Brindonews.com
Beranda Daerah Pengelolaan Sampah HMI Temukan Sebab Tumpukan Sampah di Sasa yang Capai 2 meter

HMI Temukan Sebab Tumpukan Sampah di Sasa yang Capai 2 meter

TERNATE, BRN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate melaksanakan aksi bersih di Pantai Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Selasa kemarin.

Rangkaian bersih-bersih pantai ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 78 tahun.





Kepala Bidang SDA dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Ternate, Yusril Buang mengatakan, sampah di Kota Ternate khususnya di Kelurahan Sasa merupakan masalah yang kompleks.  Untuk itu, dalam penanganan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate tidak cukup hanya mangangkut dan membuangnya.

“Kalau hanya sebatas itu, kita bisa tahu bagaimana kualitas berfikir orang-orang yang ada di sana (DLH) Kota Ternate,” katanya.





Menurut Yusril, dalam aksi bersih dilakukan, ditemukan sebaran sampah yang luar biasa banyak. Ketebalan sampah mencapai dua meter.

“Keterangan dari masyarakat setempat mengatakan bahwa sampah itu sudah menumpuk sekitar 20 tahun lamanya. Lalu selama ini DLH Kota Ternate kemana saja?. Dari sini terlihat kalau DLH kota itu miskin ide, hanya menunggu anggaran baru bergerak. Bagi kami, kesadaran DLH masih pada tingkat kesadaran program yakni, bekerja jika ada anggaranya,” ujarnya

Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ternate, Abdullah Karmadi menambahkan, di Kelurahan Sasa terdapat lima titik tumpukan sampah dan kebanyakan merupakan sampah kiriman.





“Sebagian bersumber dari Kelurahan Foramadiahi. Seharusnya menjadi perhatian pemerintah, sebab persoalan sampah juga menjadi bagian dari program prioritas Ternate Andalan,” sebutnya.

Penanganan sampah di Kota Ternate, kata Abdullah, butuh kolaborasi. Pemerintah khususnya DLH Kota Ternate harus membuka ruang bagi siapa saja, LSM, komunitas pemerhati lingkungan maupun organisasi mahasiswa untuk sama-sama menangani persoalan sampah.

Begitu pula dengan bapelitbangda. Menurut Abdullah, pemenuhan tempat sampah diharapkan tidak pilih kasih. Sebab, peenyedian kontainer sampah dan armada pengangkut (kaisar) belum merata, seperti , Fitu, Gambesi, dan Sasa.





“Kita sangat sayangkan kinerja DLH yang menutup ruang kolaborasi bersama aktivis-aktivis pemerhati lingkungan. HMI Cabang Ternate sudah dua kali kita melayangkan surat untuk audiensi akan tetapi tidak pernah direspon sama sekali. Ini berarti  DLH tidak serius menangani sampah di Kota Ternate,” tuturnya. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan