Brindonews.com


Beranda Kabar Faifiye Gelar Jumat Curhat, Polres Halmahera Timur Bagikan Sembako ke Warga Kurang Mampu

Gelar Jumat Curhat, Polres Halmahera Timur Bagikan Sembako ke Warga Kurang Mampu

Kapolres Halmahera Timur, AKBP. Setyo Agus Hermawan saat memberikan bantuan sosial kepada warga.


HALTIM, BRN
– Polres Kabupaten Halmahera Timur membagikan 35 paket sembilan
bahan pokok (sembako) di Desa Waisumo. Paket berupa bantuan sosial ini
diberikan kepada 35 kepaa keluarga yang kurang mampu.
 





Kapolres Halmahera Timur, AKBP.
Setyo Agus Hermawan mengatakan, pemberian paket sembako tersebut sebagai upaya Polres
Halmahera Timur menjalankan pelayanan publik dan penegakan hukum kepada
masyarakat. Selain itu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar
tetap kondusif.

“Program Jumat Curhat ini dalam
rangka menyerap aspirasi warga yang mana merupakan program nasional Polri. Program
ini dilaksanakan setiap Jum’at bulan berjalan,” katanya, usai memberikan paket
sembako, Jumat, 3 Februari.

Jumat Curhat adalah bentuk
interaksi secara langsung Polri dengan masyarakat untuk mendengarkan saran,
kritikan, maupun masukan. Melalui aspirasi masyarakat ini kemudian dikolerasikan
dengan program Polres Halmahera Timur, terutama menyangkut pelayanan kepolisian
dan aspek kamtibmas.





“Menyerap aspirasi warga dan
pemberian bantuan paket sembako merupakan kepedulian Polri kepada warga. Ini
juga termasuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu,” ucapnya.

AKBP. Setyo menambahkan, ada
beragam aspirasi yang diserap. Salah satunya keluhan akan air bersih dan
sulitnya lapangan pekerjaan di PT STS.

“Terkait kesulitan air bersih,
itu kewenangan dan tugasnya pemerintah daerah dalam pemenuhan pembangunan
fisik, non fisik, atau sarana prasarana lainnya. Mekanismennya diusulkan melalui
musyawarah desa. Saya akan koordinasikan dengan pihak erusahaan melalui CSR. Semoga
terjawab”.





“Soal lapangan pekerjaan, tentu
pihak perusahaan dalam kegiatan operasional memiliki persyaratan tertentu.
Terutama tenaga kerja skill. Selain
itu, sisi kesehatan pelamar pun harus dilihat sehingga tidak beresiko ketika
bekerja.

Pelamar yang lain memiliki ketrampilan,
maka ke depan peran ketua dusun maupun kepala desa harus cari jalan keluar. Siapkan
dari sekarang, misalnya ikut pelatikan atau kursus alat berat sehingga ke depan
warga Waisumo bisa direkrut perusahaan. Desa juga harus membuat bumdes sehingga
ada perhatian dari perusahaan untuk membantu,” tuturnya.
(mal/red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan