Brindonews.com
Beranda Advertorial Bupati Haltim Resmikan Mushola Al-Idris, Harap Jadi Pusat Ibadah dan Majelis Ilmu

Bupati Haltim Resmikan Mushola Al-Idris, Harap Jadi Pusat Ibadah dan Majelis Ilmu

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, yang meresmikan langsung Mushola Al-Idris di lingkungan Kantor Kementerian Agama

HALTIM,BRN – Peresmian Mushola Al-Idris di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Timur, Senin (27/4/2026), menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah penanda bagaimana solidaritas aparatur sipil negara (ASN) menjawab kebutuhan nyata, dari ruang ibadah yang layak hingga akses yang lebih manusiawi bagi jamaah lanjut usia.

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, yang meresmikan langsung mushola tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan jajaran Kemenag Haltim. Peresmian itu turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta ASN di lingkup Kemenag.

“Atas nama pemerintah daerah, saya sangat bangga. Ini adalah kontribusi nyata Kemenag dalam memperkaya wajah kota. Saya berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi KUA di setiap wilayah kecamatan,” ujar Ubaid dalam sambutannya.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan Mushola Al-Idris bukan hanya fasilitas tambahan di kompleks perkantoran, melainkan ruang publik yang memberi manfaat lebih luas, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga masyarakat sekitar.

Kepala Kemenag Halmahera Timur, Idris, mengungkapkan bahwa pembangunan mushola ini berangkat dari kebutuhan mendesak, terutama saat penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti manasik haji. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat para peserta, khususnya yang lanjut usia, harus naik ke lantai dua untuk melaksanakan shalat.

Kondisi tersebut, menurut Idris, kerap menjadi kendala serius. “Selama ini, para peserta haji yang lanjut usia sering mengalami kesulitan karena harus naik ke lantai dua kantor untuk menjalankan salat,” jelasnya.

Dari kebutuhan itu, lahirlah inisiatif kolektif. Pembangunan mushola yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta ini bersumber dari infak dan sedekah ASN Kemenag yang secara rutin menyisihkan 2,5 persen gaji bulanan mereka. Dana tersebut kemudian diperkuat oleh kontribusi para donatur serta dukungan dari Bupati Halmahera Timur.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Mushola Al-Idris juga dirancang sebagai ruang pembelajaran. Nama “Al-Idris” sendiri memiliki makna yang merepresentasikan fungsi tersebut.

“Nama Al-Idris ini berasal dari akar kata Darasa-Yadrisu, yang berarti tempat belajar. Jadi, fungsinya tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai madrasah atau majelis ilmu bagi masyarakat,” tutur Idris.

Peresmian mushola ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Ubaid. Dengan itu, Mushola Al-Idris resmi digunakan, menjadi simbol kecil dari kolaborasi besar antara kebutuhan, kepedulian, dan nilai gotong royong yang masih hidup di ruang birokrasi. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan