Brindonews.com
Beranda News Maluku Utara Dua WNA Tewas di Gunung Dukono, Alqassam minta SOP Wisata Alam Diperketat

Dua WNA Tewas di Gunung Dukono, Alqassam minta SOP Wisata Alam Diperketat

Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba

‎JAKARTA, BRN – Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi erupsi Gunung Dukono yang menyebabkan dua warga negara asing asal Singapura meninggal dunia dan satu pendaki lokal masih dinyatakan hilang.

‎Dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026), Alqassam menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban Sahnaz dan Timo, serta berharap proses pencarian terhadap pendaki lokal bernama Angel oleh Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil terbaik.

‎Sebagai wakil masyarakat Maluku Utara, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kita semua berharap korban yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat, ujar Alqassam.

‎Menanggapi insiden yang terjadi saat jalur pendakian resmi masih ditutup, Alqassam menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pariwisata alam, khususnya di kawasan wisata berisiko tinggi seperti gunung api aktif.

‎Menurutnya, fakta bahwa para pendaki masih dapat memasuki area kawah menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. Ia meminta pemerintah daerah, pengelola kawasan wisata, dan otoritas vulkanologi memperkuat koordinasi serta menerapkan pengawasan ketat.

‎Tidak boleh ada toleransi terhadap pendakian ilegal. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Pengawasan harus diperkuat melalui patroli rutin serta penegakan aturan yang tegas, tegasnya.

‎Selain itu, Alqassam juga mendorong peningkatan standar keamanan pariwisata secara terintegrasi di seluruh destinasi wisata alam Maluku Utara. Ia menilai setiap kawasan wisata harus memiliki SOP mitigasi bencana yang jelas, sistem peringatan dini, serta rambu-rambu bahaya yang mudah dipahami wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

‎Tak hanya itu, Alqassam menekankan pentingnya keterlibatan pemandu wisata lokal bersertifikasi dalam setiap aktivitas wisata alam di kawasan rawan bencana. Menurutnya, pemandu lokal memiliki pemahaman terhadap karakteristik alam dan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan wisatawan.

‎Jika Maluku Utara ingin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka sistem keamanan pariwisatanya juga harus berstandar dunia, tambahnya.

‎Di akhir pernyataannya, Alqassam mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan agar mematuhi setiap instruksi serta larangan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. Ia juga mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan yang terus melakukan proses evakuasi di tengah ancaman erupsi susulan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan