Brindonews.com


Beranda Headline Dugaan Penipuan Bank dan Fasilitasi Biaya Perjalanan Polisi

Dugaan Penipuan Bank dan Fasilitasi Biaya Perjalanan Polisi

Ismet Baradi memberikan keterangan di depan Bank Mandiri Cabang Ternate.





Ismet Baradi
kembali mencari keadilan di Bank Mandiri Cabang Ternate. Ia datang berkonsultasi
menyangkut uangnya senilai Rp700 juta lebih yang diduga hilang.

Bapak paruh
baya itu datang bersama adiknya Ikbal Baradi. Sayangnya, konsultasi tersebut
tidak ada titik terang dari pihak bank.

Tujuan
kedatangannya itu untuk menanyakan kepastikan kapan uangnya bisa dikembalikan
oleh bank. Parahnya, Ismet malah disuru berurusan dengan Bank Mandiri
di Jakarta.





“Tidak ada
hasil apa-hapa, hampa saja. Bahkan saya ke Jakarta, Makassar dan Manado pun
tidak ada hasil apa-apa. Padahal kita nasabah di Ternate bukan di Jakarta,”
kata Ismet ketika disembangi brindonews.comdi
depan Bank Mandiri Ternate, Senin siang, 22 Februari.

Ismet Baradi menunjukkan bukti fotocopy rekening koran yang dikantonginya. Bukti itu ditunjukkan ketika ia dan adiknya, Ikbal Baradi tidak mendapat titik terang saat berkonsultasi dengan Kepala Bagian Kredit Bank Mandiri Ternate.

Selain tidak
menghasilkan kesepakatan, Ismet mengaku naik pitam ketika mendengar penjelasan
dari Kepala Bagian Kredit Bank Mandiri Ternate.





“Hasil
penjelasan mereka katanya bank punya aturan begini, begitu. Saya tahu itu. Saya
yang punya hak, kenapa saya tidak mendapat konfirmasi ketika uang saya
dipindahkan. Alasan dipindahkan karena uang tidak terpakai. Slip setoran mereka
tidak kasih ke saya, mereka yang pegang, padahal sudah minta ulang-ulang”
ucapnya.

“Bahkan
orang-oang seperti Febrita (teller) dan Halik (pemegang kredit) dipindahkan
sana-sini, maksudnya apa seperti ini. Bohong mereka ini,” sambung Ismet.

Laporan polisi atas nama H. Ismet Baradi. Ismet bilang, laporan polisi tersebut dilaporkan pada 2017 lalu, namun polisi baru mengeluarkan tanda penerima laporan pada 8 Maret 2020.

Fasilitasi Biaya Perjalalan 





Ismet
mengatakan masalah yang berujung uang senilai Rp700 juta lebih yang diduga
hilang tanpa sebab itu sudah dilaporkan ke Satreskrim Kepolisian Resort
Ternate. “Tapi kelihatan didiamkan,” ucapnya.

Ismet
mengemukakan, bahkan pimpinan Bank Mandiri datang dan menawari fasilitas berupa
biaya perjalanan apabila polisi ke Bank Mandiri di Jakarta. Tawaran biaya
perjalan itu dibilang di Polres Ternate.

“Masa seorang
pimpinan tawarkan polisi harga tiket dan uang hotel. Penyidik itu bilang saya
pergi untuk tugas, ada uang, rumah saya juga ada di Jakarta. Pengacara saya
dengar langsung (pembicaraan),” sebutnya.





Satpam Bank
Mandiri, Muamar Taufan mengatakan masalah yang menyeret nasabah Ismet itu sudah
selesai.  “Bos (direktur Bank Mandiri
Ternate) bilang semua sudah selesai. kalau mau informasi lebih lanjut silahkan
berurusan dengan Bank Mandiri di Jakarta,” ucapnya. (red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan