Brindonews.com
Beranda Opini 23 Tahun Halmahera Timur: Merayakan Usia atau Menutupi Luka?

23 Tahun Halmahera Timur: Merayakan Usia atau Menutupi Luka?

Acant Jaika

Jalan-jalan rusak di berbagai wilayah masih menjadi pemandangan sehari-hari. Ketika musim hujan tiba, akses transportasi semakin sulit, aktivitas ekonomi terganggu, dan pelayanan dasar kepada masyarakat menjadi terhambat. Pertanyaannya, ke mana arah pembangunan jika akses penghubung antar wilayah masih memprihatinkan?

Di sisi lain, masyarakat juga dihantui oleh persoalan keamanan. Kasus-kasus kriminal yang belum terungkap, termasuk dugaan pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK), menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan terhadap kemampuan negara dalam memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Keamanan bukan sekadar statistik, melainkan hak dasar setiap warga negara.

Belum selesai persoalan infrastruktur dan keamanan, masalah listrik juga terus menjadi keluhan masyarakat. Pemadaman yang terjadi berulang kali berdampak pada aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi rakyat. Di era modern saat ini, listrik seharusnya menjadi kebutuhan dasar yang terjamin, bukan kemewahan yang harus ditunggu kepastiannya.

Masyarakat tidak menolak perayaan HUT daerah. Namun perayaan seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan hanya panggung seremonial. Setelah 23 tahun berdiri, rakyat berhak bertanya: apakah pembangunan sudah benar-benar dirasakan secara merata? Apakah kebijakan pemerintah telah berpihak kepada kepentingan masyarakat luas? Dan apakah suara rakyat masih menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah?

Hari ulang tahun daerah seharusnya menjadi cermin untuk melihat sejauh mana janji pembangunan telah diwujudkan. Sebab ukuran keberhasilan daerah bukanlah megahnya panggung perayaan, melainkan seberapa baik kualitas hidup masyarakatnya.

Selamat HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Timur. Semoga usia yang bertambah bukan hanya angka, tetapi menjadi momentum perubahan nyata menuju daerah yang aman, maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

Di usia ke-23 tahun, Kabupaten Halmahera Timur kembali merayakan hari jadinya dengan tema “Harmoni untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Sebuah tema yang indah dan penuh harapan. Namun dibalik kemeriahan seremonial, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapatkan solusi nyata.

Jalan-jalan rusak di berbagai wilayah masih menjadi pemandangan sehari-hari. Ketika musim hujan tiba, akses transportasi semakin sulit, aktivitas ekonomi terganggu, dan pelayanan dasar kepada masyarakat menjadi terhambat. Pertanyaannya, ke mana arah pembangunan jika akses penghubung antar wilayah masih memprihatinkan?

Di sisi lain, masyarakat juga dihantui oleh persoalan keamanan. Kasus-kasus kriminal yang belum terungkap, termasuk dugaan pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK), menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan terhadap kemampuan negara dalam memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Keamanan bukan sekadar statistik, melainkan hak dasar setiap warga negara.

Belum selesai persoalan infrastruktur dan keamanan, masalah listrik juga terus menjadi keluhan masyarakat. Pemadaman yang terjadi berulang kali berdampak pada aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi rakyat. Di era modern saat ini, listrik seharusnya menjadi kebutuhan dasar yang terjamin, bukan kemewahan yang harus ditunggu kepastiannya.

Masyarakat tidak menolak perayaan HUT daerah. Namun perayaan seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan hanya panggung seremonial. Setelah 23 tahun berdiri, rakyat berhak bertanya: apakah pembangunan sudah benar-benar dirasakan secara merata? Apakah kebijakan pemerintah telah berpihak kepada kepentingan masyarakat luas? Dan apakah suara rakyat masih menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah?

Hari ulang tahun daerah seharusnya menjadi cermin untuk melihat sejauh mana janji pembangunan telah diwujudkan. Sebab ukuran keberhasilan daerah bukanlah megahnya panggung perayaan, melainkan seberapa baik kualitas hidup masyarakatnya.

Selamat HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Timur. Semoga usia yang bertambah bukan hanya angka, tetapi menjadi momentum perubahan nyata menuju daerah yang aman, maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan