Dugaan Penipuan Bank yang Rugikan Nasabah hingga 1 Miliar

Editor: brindonews.com

Ismet Baradi menunjukkan bukti pin book atau rekening koran. Bukti copy ini diperoleh setelah Ismet mendatangi dan memaksa meminta bukti tersebut.

Ismet Baradi tak menyangka bakal berurusan panjang dengan Bank Mandiri Ternate. Direktur CV. Ilham Kencana ini harus melunasi hutang senilai Rp.1.750.000.000 kepada bank yang berlokasi di Jl. Nukila No.51, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara itu.

Kejadian tersebut bermula ketika Ismet meminjam uang senilai Rp. 400 juta di Bank Bumi Daya, pada Maret 2000 lalu. Pinjaman ini kemudian sudah terbayar Rp.195.195.697. Itu artinya sisa hutang atau pinjaman yang harus dilunasi sebesar Rp.204.890.303.

Tepat 31 Desember 2001 Ismet menyetor uang senilai Rp.505 juta lebih ke rekening perusahaan. Duit yang relatif banyak ini diterima oleh Husen, Kepala Teller Bank Mandiri Ternate. Sayangnya, tanpa ia sadari, uang tunai tersebut tidak di masukkan dalam rekening perusahaan miliknya.

“Saya bilang ke Husen tolong dimasukkan ke rekening Ilham Kencana, itu perusahaan saya, karena itu uang proyek. Saya tidak mau ini dimasukkan ke rekening pinjaman, karena saya tahu di rekening pinjaman juga masih ada saldo,” kata Ismed dalam jumpa pers di kediamannya di Kelurahan Kalumata, Minggu sore, 20 Desember 2020.

Bank Bumi Daya adalah sebuah bank bergabung dengan tiga bank lainnya yaitu Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia. Keempat bank ini kemudian dilakukan penggabung atau merger dengan Bank Mandiri.

Merasa Sudah di Tipu

Ismet mengetahui dugaan penipuan ini ketika ada konfirmasi dari Febrita, salah satu teller Bank Mandiri. Ismet bilang, setoran uang senilai Rp.505 juta lebih ke rekening perusahaan yang diterima oleh Husen itu kurang 50 ribu rupiah.

“Setelah empat hari kemudian (terhitung 31 Desember 2001) saya menyuruh keponakan saya mentransfer uang ke Manado untuk bayar barang. Setelah sampai di bank, si Febrita ini bilang kalau uang Rp.505 juta yang saya setor itu kurang Rp. 50. Saya kemudian suru keponakan ke rumah ambil uang Rp.50,” ujarnya.

Setelah kekurangan setoran Rp.50 dilunasi, sambung Ismet, bukti setoran ke rekening CV. Ilham Kencana itu tidak peroleh. “Keponakan saya tidak ambil bukti setoran karena tidak dikasih sama Febrita. Mestinya kan bukti dari bank itu harus ada, tapi mereka tidak kasih” terangnya.

 Selain kekurangan setoran Rp.50 dan Rp.505 juta lebih yang di setor itu tidak dimasukkan ke rekening perusahaan, Ismet juga menemukan kejanggalan lain. Menurut dia, uang yang masuk di rekening perusahaannya itu diambil dari rekening pinjaman lalu dipindahkan ke rekening perusahaan.

“Uang yang ambil itu mereka tarik dari rekening dari saldo pinjaman saya Rp.400 juta itu. Rp.400 juta, kalau untuk menutup Rp.505 juta kan tidak mungkin cukup. Kenapa mereka ambil tanpa sepengetahuan saya. Bukti pin book  ini mereka tidak kasih, nanti saya datang dan baku malawan di bank baru mereka kasih, itu pun bukti copy bukan asli,” ucapnya.

Sudah Berlangsung 10 Tahun

Ismet mengaku kaget punya hutang senilai Rp.1.750.000.000 di Bank Mandiri. Tunggakan hutang dalam jumlah yang fantastis itu baru diketahui pada 2008 lalu.

“Setelah saya cek rekening koran, hutang saya lebih dari Rp.1 M.  Padahal kalau torang buka-bukaan saya masih punya uang di bank, karena punya bukti semua,” ucapnya.

Dugaan penipuan yang melilit Ismet tersebut sudah berlangsung kurang dari sepuluh tahun. Padahal lanjut Ismet, sudah berulang-ualng kali meminta kejelasan dari pihak bank namun tidak direspon.

“Semenjak 2011 itu saya datang dan minta kejelasan bank. Pihak bank bilang bahwa masalah ini harus di konfirmasi ke Kantor Cabang Makassar, Manado dan Jakarta. Padahal kita berlangganan (nasabah) di ternate, kenapa saya di suru harus ke Manado, Makasar dan Jakarta,” ujarnya.

Ismet berharap secepatnya ada kejelasan dari pihak bank. Ismet bakal mengambil langkah hukum kalau pihak bank tidak menyelesaikan dan mengembalikan sejumlah aset yang sudah disita pihak bank. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini