Brindonews.com
Beranda Daerah Tradisi Tali Satu Warnai Open House Wakil Bupati Halsel 

Tradisi Tali Satu Warnai Open House Wakil Bupati Halsel 

‎HALSEL, BRN – Kediaman Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, di Desa Papaloang, berubah menjadi ruang persaudaraan, Minggu (04/01/2026). Dalam suasana Open House yang sarat kehangatan, Jemaat GPM Maranatha Sayoang hadir membawa semangat Kolele Tahun Baru, tradisi iman yang terus hidup dari generasi ke g

best online pharmacy with fast delivery buy cialis professional with the lowest prices today in the USA

enerasi.

‎Tak sekadar kunjungan seremonial, pertemuan ini menyatukan berbagai lapisan usia dalam suasana kekeluargaan. Canda anak-anak, obrolan orang tua, dan kehadiran tokoh jemaat membaur tanpa sekat, menegaskan makna kebersamaan di

best online pharmacy with fast delivery buy prelone with the lowest prices today in the USA

awal tahun.

‎Momentum ini semakin bermakna dengan Tradisi Tali Satu, simbol ikatan persaudaraan dan persatuan. Tali yang dirangkai menjadi pesan kuat bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan fondasi untuk saling menopang.

‎Wakil Bupati Helmi Umar Muksin menegaskan bahwa Kolele dan Tali Satu bukan sekadar tradisi, melainkan nilai budaya dan iman yang patut dirawat bersama.

Menurutnya, kebersamaan yang lahir dari tradisi lokal adalah kekuatan dalam membangun Halmahera Selatan yang rukun dan harmonis.

‎Apresiasi juga disampaikan kepada Jemaat GPM Maranatha Sayoang yang konsisten menjaga tradisi tahunan ini. Ia berharap semangat Kolele Tahun Baru terus menjadi energi positif bagi kehidupan sosial masyarakat.

‎Sementara itu, Ketua Jemaat GPM Maranatha Sayoang, Pdt. Arth Hitiyahubessy, menyebut Kolele dan Tali Satu sebagai wujud syukur jemaat sekaligus simbol perjalanan bersama dalam iman dan budaya. Kehadiran Wakil Bupati beserta keluarga, menurutnya, mempertegas sinergi gereja dan pemerintah dalam semangat kebersamaan.

‎Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai awal tahun dengan sukacita. Dari Papaloang, pesan persaudaraan kembali ditegaskan: tradisi, iman, dan kepemimpinan dapat bertemu dalam kesederhanaan yang penuh makna. (AL/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan