PWI Halsel Bantah Isu Dana Tambang Ilegal, Jangan Seret Nama Organisasi Tanpa Bukti
HALSEL, BRN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Samsudin Chalil, angkat bicara menanggapi pemberitaan sejumlah media online yang menyebut adanya aliran dana dari tambang emas ilegal di Desa Kusubibi untuk pelantikan pengurus PWI.
Isu tersebut mencuat setelah salah satu pemberitaan mengklaim adanya pengusaha tambang ilegal yang mengaku pernah memberikan bantuan dana. Namun, dalam berita itu tidak dijelaskan secara rinci siapa pihak yang dimaksud, sehingga memicu polemik di kalangan wartawan.
Samsudin dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengenal, apalagi berhubungan dengan para pengusaha tambang emas ilegal di Desa Kusubibi seperti yang diberitakan.
Saya tidak pernah mengenal, bahkan tidak berhubungan dengan para pengusaha tambang emas di Desa Kusubibi. Kalau memang ada sumbangan, sebutkan siapa pengusahanya, tegas Samsudin saat didampingi Sekretaris PWI Halsel, Sadam Hadi, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pemberitaan yang tidak menyertakan sumber jelas dan terkesan sepihak merupakan bentuk informasi yang tidak berimbang. Ia bahkan menilai narasi tersebut sebagai bentuk kepanikan oknum wartawan yang diduga memiliki kepentingan tertentu.
Pemberitaan tambang ilegal adalah tugas wartawan sebagai fungsi kontrol publik. Tapi kalau kemudian ada yang membuat narasi tanpa dasar bahwa PWI menerima dana, itu sangat disayangkan, ujarnya.
Lebih lanjut, Samsudin menegaskan bahwa secara kelembagaan, PWI Halsel akan mengambil langkah serius dengan membentuk tim untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut, termasuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang disebut dalam isu itu.
Ia juga mengungkapkan adanya tawaran kompensasi dari pihak tertentu kepada wartawan yang nilainya mencapai Rp1 juta per bulan. Namun, menurutnya, sebagian pengurus PWI menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip independensi pers.
Penolakan itu bisa saja memicu munculnya berita-berita yang tidak berdasar. Tapi kami tetap berkomitmen menjaga integritas dan tidak akan membiarkan nama PWI diseret tanpa bukti, pungkas Samsudin.







