Brindonews.com
Beranda Daerah Halmahera Barat Lahan JCC Bermasalah, Udin: Pemkab Seenaknya cuma Janji dan Pandai Beralibi

Lahan JCC Bermasalah, Udin: Pemkab Seenaknya cuma Janji dan Pandai Beralibi

Tampak depan gedung Jailolo Convention Canter (JCC).

HALBAR, BRN – Pembangunan Gedung Jailolo Convention Canter (JCC) terkonfirmasi 100 persen rampung.

Proyek yang dikerjakan CV. Morojaya Sentosa Abadi ini tinggal menunggu jadwal peresmikan.





JCC disebut sebagai keberhasilan periode pertama pemerintahan James Uang dan Djufri Muhamad selaku Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat.

Kendati begitu, kontruksi yang didanai melalui dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2022 senilai Rp10.992.298.000 ini masih meninggalkan masalah serius.

Bangunan yang terletak di Desa Soakonora, Kecamatan Jailolo, itu ternyata lahannya belum dilunasi. Pemerintah setempat beralasan lahan tersebut akan dibayar lunas apabila sudah ada opini dari jasa appraisal/penilaian.





Udin Sangaji, salah satu pemilik lahan menyebutkan, lahan yang harus dibayar Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yaitu seluas satu hektare lebih. Ini didalamnya terdapat empat pemilik.

Lahan miliknya, sambung Udin, seluas 70×80 meter per segi dan dihargai Rp600 juta. Ini belum termasuk harga tiga pemilik lahan lainnya.

“Sebelum itu sudah ada kesepakatan pembayaran, bahwa setelah satu bulan pekerjaan berjalan lahan sudah harus dibayar. Namun sampai sekarang kurang lebih 1 tahun 6 bulan ini pemerintah cuma hanya janji. Sampai detik ini satu sen pun belum dibayar,” kata Udin dengan nada kesal, Rabu, 13 Desember.





Ia mengaku sudah dua kali beroordinasi dengan Bupati James Uang. Namun, kata Udin, selalu dijanjikan dengan alasan menunggu penilaian dari appraisal.

“Yang ada hanya janji, tidak ada kata lain. Janji palsu terus dan tak kunjung dibayar sampai saat ini,” terangnya.

Udin dan tiga pemilik lainnya berencana menggusur gedung JCC jika Pemkab Halmahera Barat tidak secepat melunasi. Batas waktu pembayaran sampai pada 20 Desember pekan depan.





“Pemkab Halmahera Barat segera melunasi lahan. Jika tidak, bangunan akan digusur, dan kedua kami meminta pemerintah mengembalikan ahan kami seperti sedia kala atau seperti semula. Cuma dua opsi ini,” tandasnya. (as/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Iklan