Brindonews.com
Beranda Kabar Faifiye Sekda Ricky Respon Sederet Masalah Petani di Halmahera Timur pada Seminar Pertanian

Sekda Ricky Respon Sederet Masalah Petani di Halmahera Timur pada Seminar Pertanian

Foto bersama Sekda Halmahera Timur Ricky Chairul Ricfhat dan petani usai temu tani pada seminar pertanian di Desa Sidomulyo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur Ricky Chairul Ricfhat dan dua akademisi Universitas Khairun Ternate memecahkan sejumlah masalah yang dihadapi petani di kawasan transmigrasi Subaim pada temu tani dan seminar pertanian di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wasile Timur.

Dua akademisi dari Fakultas Pertanian Unkhair Ternate yang dihadirkan masing-masing adalah Ir. Aqsha Shadikin Nurdin dan Prof. Dr. Ramli Hadun. Pelibatan akademisi pada seminar pertanian dimaksud untuk memecahkan masalah petani sekaligus mencari jalan keluar.

Ketua Kelompok Gapoktan Desa Tutulingjaya Rudi Utomo mengatakan, masalah mendasar petani holtikultura yang sering dialami ketika musim panen adalah soal fluktuatif harga pasar yang tidak menentu.

Itu sebab kata dia, pemerintah daerah harus bisa mengintervensi sehingga harga pasar komoditas tidak merugikan petani holtikultura ketika musim panen tiba. Sebab, operasonal yang dikeluarkan lebih besar dari pada keuntungan apabila harga pasar turun.

Sementara salah satu petani muda Desa Wokajaya mengeluhkan perihal bantuan alat mesin pertanian atau Alsintan yang disebut belum kebagian termasuk benih-benih pertanian. Dia meminta Pemerintah Daerah Halmahera Timur agar bisa memperhatikan perihal dimaksud untuk menunjang produktifitas.

“Kita (petani) harus diperhatikan masalah bantuan benih, peralatan pertanian. Kemudian masalah harga komoditi yang kadang-kadang turun sehingga terpaksa hasil panen jadi rusak. Persawahaan kami ada saluran pembuangan, ketika musim banjir, lahan kami di Wokajaya terkena dampak sehingga kami butuh juga normalisasi Sungai,” pintanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur Ricky Chairul Ricfhat mengatakan, seluruh masukan dan saran-saran petani terkait bantuan bibit hingga alat mesin pertanian kami akan catat dan akan dibahas untuk segera menjawab kebutuhan masyarakat. Baik kebutuhan untuk tanaman holtikultura maupun bantuan untuk petani padi sawah.

“Pak kadis sudah memohon untuk mengalokasikan anggaran dan saya sudah bilang ada bantuan. Begitu bantuan sudah ada langsung dibagikan pada tahun ini juga in sya allah bulan depan Desember sudah bisa bagikan,” katanya.

Ricky meminta petani agar bisa menjaga mesin alat pertanian pasca panen yang nantinya dibagikan oleh pemerintah daerah. Dijaga secara rutin kata Ricky, supaya kondisi fisik alsintan tetap terawat dan tidak cepat rusak.

Kalau kita sudah berkomitmen pasti pemerintah daerah akan terus mengelontorkan alsintan. Karena ini adalah komitmen saya dengan teman-teman petani, apabila ada punya spes ruang lagi kami akan mengadakan lagi dan akan diberikan lagi ke saudara-saudara, tapi dengan catatan harus dijaga.

Menurut Ricky, pemerintah daerah akan memanggil petugas pintu air dari BWS perihal menanyai pembagian air irigasi yang dikeluhkan pihak petani yang tidak kebagian. Pemanggilan kepada pihak BWS bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan air yang dihadapi oleh petani setempat.

“Kami akan coba memanggil petugas pintu air yang dibayar pihak BWS untuk menanyakan apa kendalanya terkait catatan kekurangan air oleh petani di persawahan,” ucapnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan