Brindonews.com


Beranda News Kapolres Halut Jadi Irup 10 November

Kapolres Halut Jadi Irup 10 November

Zakir Mando Jadi Irup
di Jalsel





HALUT, BRN – Sepuluh November 1945 merupakan puncak pertempuran Surabaya. Pertempuran tentara dan milisi pro-kemerdekaan Indonesia dan tentara Britania Raya serta India Britania itu mengingat kita pada sebuah peristiwa pengibaran bendera
Indonesia setelah bendera Belanda berhasil disobek warna birunya di hotel
Yamato.





Sepuluh November diperingati setiap tahun
sebagai hari pahlawan Indonesia. Upacara ini
rutin digelar tiap tahunnya untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah
berjasa untuk Indonesia.
Demikian halnya dengan di Kabupaten Halmahera
Utara dan Halmahera Barat.

Di Halmahera Utara (Halut), Kapolres Halut, AKBP. Yuyun Arief Kus
Hendriatmo, Bupati Halut, Ir. Frans Manery, Sekertaris Daerah (Sekda), Fredy
Tjandua, Kasdim 1508/Tobelo, Mayor Inf Robi Manuel, para pimpinan OPD, unsur
Forkompimda/para PNS, serta TNI-Polri turut hadir dalam upacara 10 November
2018 di kantor bupati Halut.

Di kesempatan itu, Kapolres Halut bertindak sebagai
Inspektur upacara (Irup) sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial (Mensos)
RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. Pembacaan UUD 1945 serta pesan-pesan perjuangan
para pahlawan nasional seperti Jendral Sudirman, Prof. Moh Yamin, Supriyadi, Kapitan
Pattimura, Silas Papare, Presiden RI pertama, Ir. Sukarno, Moh Hatta dan RA.
Kartini yang dicakan oleh petugas upacara.





“Semangat
Pahlawan di Dadaku”
tidak
hanya sekedar tema pada peringatan 10 November tahun ini. Tetapi mengandung
makna untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta
terhadap tanah air, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara
Indonesia.

“ Hari pahlawan ini adalah momentum yang
tepat untuk bersama-sama kita mengintropeksi diri, seberapa jauh komponen
bangsa mengabdikan diri dalam mengisi kemerdekaan yang sejahtera, adil dan
makmur,” kata Kapolres membacakan amanat Mensos RI, Sabtu (11/11).

Saat ini, Indonesia membutuhkan pahlawan baru
yang berprestasi untuk memajukan negeri ini. Serta harus menumbuhkan ide dan
gagasan baru untuk memperkuat daya saing bangsa. Beragamnya suku, agama, dan
budaya merupakan modal utama untuk memajukan Indonesia.





“ Jangan memanfaatkan perbedaan ini demi
kepentingan pribadi atau golongan yang menghambat kemajuan bangsai. Negeri ini
membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya serta mempunyai karakter
lokal yang luhur, percaya diri, peka dengan permasalahan sosial dan memiliki
pandangan global, terkait kemajuan teknologi,” kata Kapolres.

Upacara hari pahlawan ini diakhiri dengan
pelarungan/penaburan bunga di pelabuhan kontainer desa Rawa Jaya. Pelarungan
ini sebagai lambang penghormatan kepada para pahlawan.

Sementara di Halmahera Barat (Halbar) upacara
dilangsungkan di SMAN 7 Jailolo Selatan (Jalsel). Peringatan 10 November di tempat ini
agak sedikit berbeda, sebab yang menjadi peserta upacara semuanya siswa/siswi
pramuka cabang Halbar. 





Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Halbar,
Zakir Mando menjadi inspektur upacara. Pria yang juga wakil bupati Halbar ini
dalam sambutannya menyampaikan tujuan memperingati hari pahlawan atau kerap di
kenal dengan sebutan peristiwa 10 November di hotel Yamato, Surabaya Jawa Timur
itu.

Dikatannya, Semangat Pahlawan di Dadaku yang diusung sebagai tema pada
peringatan hari pahlawan kali ini tidak hanya sekedar tema. Tetapi mengandung
makna untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta
terhadap tanah air, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara
Indonesia.





Peringati hari pahlawan bukan semata sebuah
acara/serimoni semata, namun harus sarat akan makna. Bukan hanya sebuah
prosesi, akan tetapi menjadi subtansi setiap hari. Peringatan hari pahlawan
harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai pahlawan
dalam kehidupan sehari-hari.

“ Setiap etape perjuangan berlanjut pada
etape berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya
peringatan hari pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan
semangat pehlawan menjadi keuletan,” ujar Zakir.
 
(Arthur/Yadi/red). 





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan