Brindonews.com
Beranda Pemerintahan DLH Ternate Ungkap Hasil Awal Uji Air di Sekitar TPA Takome

DLH Ternate Ungkap Hasil Awal Uji Air di Sekitar TPA Takome

Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad

TERNATE, BRN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate menyampaikan hasil pengukuran awal kualitas air di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah indikator yang diperiksa dilaporkan masih dalam batas normal, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk memastikan seluruh sumber air di kawasan terdampak aman dikonsumsi.

Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad, mengatakan tim mengambil sampel dari dua sumber air, yakni air PDAM dan air bak yang berada tidak jauh dari kawasan TPA serta pemukiman warga. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi awal kualitas air di wilayah Takome dan Sulamadaha yang dikhawatirkan terdampak kebakaran.

Menurut Musli, pengukuran awal mencakup pH atau derajat keasaman, total padatan terlarut (Total Dissolved Solids/TDS), salinitas, dan oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO). Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim laboratorium dari Universitas Yogyakarta. “Indikator yang diukur meliputi pH atau derajat keasaman, TDS (Total Dissolved Solids), salinitas, dan DO (Dissolved Oxygen),” jelasnya, Senin (12/10/2026).

Musli menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan nilai pH air sebesar 7, yang berarti netral. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut berada dalam rentang pH 6,5–8,5 yang digunakan sebagai acuan dalam penjelasannya. “Kalau pH masih di angka 7, berarti masih normal. Angkanya tidak boleh kurang dari 6,5 dan tidak boleh melebihi 8,5,” ujarnya.

Sementara itu, nilai TDS dilaporkan sebesar 0,386. Namun, satuan pengukuran dan rincian hasil untuk setiap sampel belum dicantumkan dalam keterangan yang disampaikan. Karena itu, angka tersebut belum dapat ditafsirkan secara utuh untuk menilai kualitas air dari masing-masing sumber.

DLH menegaskan hasil pengukuran ini masih bersifat awal dan terbatas pada dua sumber air serta sejumlah parameter yang diperiksa. Hasil tersebut belum bisa digeneralisasi untuk seluruh sumber air di Takome dan Sulamadaha, terlebih untuk memastikan kelayakan air sebagai air minum.

Pemeriksaan lanjutan melalui laboratorium dengan parameter yang sesuai peruntukan air diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap. Langkah ini penting untuk menilai apakah terdapat perubahan kualitas air yang berkaitan dengan kebakaran di TPA Buku Deru-Deru.

Pemkot Ternate melalui DLH menyatakan tetap memberi perhatian terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran. Hasil pengujian lanjutan diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat mengenai kualitas dan keamanan sumber air di wilayah terdampak. (Ham/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan