Brindonews.com
Beranda News Maluku Utara Bandara Loleo Terkendala Lahan, Keinginan Gubernur Malut Tak Pasti

Bandara Loleo Terkendala Lahan, Keinginan Gubernur Malut Tak Pasti

Kepala Bappeda Maluku Utara, M. Sarmin Sulaiman.

SOFIFI, BRN – Keinginan Gubernur Abdul Gani Kasuba menjadikan Bandara Loleo sebagai bandar udara internasional mengalami hambatan.

Selain janji menteri pehubungan yang tak kunjunga terang, persoalan lain yang menghambat Bandara Loleo adalah malasah lahan.





Kepala Bappeda Maluku Utara, M. Sarmin Sulaiman mengatakan pegadaan lahan masih menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan Bandara Loleo.

“Sesuai draf penlok (penetapan lokasi) lahan yang dibutuhkan untuk Bandara Loleo itu 400 hektare dan baru dibebaskan lima hektare. Sementara keinginan pak gubernur, di penghujung periode beliau ini landasan pacu (runway) sudah harus selesai tahun ini,” katanya saat ditemui usai rapat teknis dengan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani di kediaman Gubernur Maluku Utara di Kelurahan Tanah Raja, Ternate Tengah, Senin kemarin, 23 Oktober.

Sarmin menyebutkan, tujuan digelar rapat teknis dengan sejumlah OPD di kediaman gubernur itu membicarakan dua kendala pembangunan Bandara Loleo. Upaya ini sebagai bentuk pemerintah provinsi menunjukkan keseriusan ke pemerintah pusat.





“Ini upaya maksimal Pemerintah Provinsi Maluku Utara jadikan Bandara Loleo sebagai internasional,” ucapnya.

Secara keseluruhan, lanjut Sarmin, membutuhkan lahan seluas 400 hektare (ha). Untuk membebaskan lahan seluas ini, pemerintah merogoh Rp 30 miliar.

“Rp 30 miliar anggaran pembebasan lahan ini bukan hanya diperuntukkan pembangunan bandara saja, tetapi ada beberapa pembebasan lahan yang mendukung percepatan pembangunan Sofifi,” katanya. **





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan