Brindonews.com


Beranda News Yudisium Kesepuluh, 6 Mahasiswa Goegrafi STKIP Raih Predikat Pujian

Yudisium Kesepuluh, 6 Mahasiswa Goegrafi STKIP Raih Predikat Pujian

Foto bersama.

TERNATE,
BRN
– Program Studi Geografi Sekolah Tinggi Keguruan dan
Ilmu Pendidikan atau STKIP Kie Raha Ternate menggelar yudisium tahun akademik
2019/2020, Selasa, 10 November 2020. Pelaksanaan pengukuhan kelulusan bertepatan
dengan Hari Pahlawan Nasional itu diikuti 23 mahasiswa yang sudah memenuhi
syarat kelulusan.





 

Ketua Program Studi Geografi STKIP Kie Raha Ternate
Alwi La Masinu mengemukakan, mahasiswa yang mengikuti yudisium  itu terdiri dari satu orang angkatan 2013, empat
orang angkatan 2015 dan delapan belas orang angkatan 2016.

 





Magister Teknik Geologi di Universutas Hasanuddin
Makassar ini mengatakan, yudisium yang dipusatkan di Lantai III Gedung C itu
berdasarkan surat keputusan kelulusan mahasiswa nomor 807.a/A.K.VIII/2020.

 

“Hasilnya enam orang peroleh kelulusan dengan predikat
pujian, sedangkan 17 orang lainnya dengan predikat sangat memuaskan. Enam orang
predikat pujian diantaranya Yarmin Hanafi (peringkat pertama), Faisal Hi. Hamid
(peringkat kedua), Hawa Hasan (peringkat ketiga), Fitria Aris (peringkat keempat),
Lukman Hi. Nasarudin (peringkat kelima) dan Rini Angriani F. Tomayto (peringkat
keenam). Keenamnya diberikan perhargaan berupa sertifikat,” ucap Alwi dalam
keterangan tertulis yang diterima brindonews.com, Selasa malam.





 

“Dengan selesainya yudisium Geografi ke-10 hari ini, saya
berharap kedepannya tidak hanya S-1 saja, melainkan dapat melanjutkan sampai
jenjang magister dan bahkan doktor,” Alwi menambahkan.

 





Alwi menyebutkan, tambahan 23 mahasiswa yang mengikuti
wisuda itu membuat jumlah alumni bertambah menjadi 2. 047 orang. jumlah
tersebut dihitung berdasarkan periode 2008-2020 atau selama 13 tahun terakhir.

 

“Hasil evaluasi dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi
Nasional (BAN-PT ), Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha Ternate sudah
akreditasi B. Perolehan memuaskan tertuang dalam SK Nomor :
3355/SK/BAN-/Akred/S/Xll/2020 ini berkat kerja keras teman-teman dosen secara
internal selama satu tahun,” ucapnya.





 

Usman
Amiruddin menambahkan
, yudisium bukan sekadar serimoni
belaka, tetapi juga merupakan peristiwa penting yang menunjukkan berakhirnya
tugas layanan dan asuhan secara formal kepada mahasiswa.

 





Ketua IKA Alumni Geografi STKIP Kie Raha Ternate ini mengemukakan,
yudisium merupakan peristiwa penting untuk menandai batas antara tahapan
kehidupan belajar di kampus dengan status sebagai mahasiswa dan tahapan
kehidupan untuk mencapai pengamalan ilmu di dunia kerja dan masyarakat dengan
status sebagai lulusan atau sarjana.

 

“Ini sebagai penanda awal tahap kehidupan seorang
lulusan dalam merancang dan meniti karier bahtera kehidupan. Dimana, kehidupan
yang akan saudara-saudari hadapi adalah dunia yang sangat kompleks, yang merupakan
ciri khas kehidupan dimanapun dan kapanpun saudara berada. Semua orang, termasuk
lulusan perguruan tingggi lainnya pun akan menghadapi kenyataan kehidupan yang
demikian itu,” katanya. (release)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan