Brindonews.com
Beranda News Maluku Utara Polda Malut Didesak Pasang Police Line di Area Tambang Ilegal PT Mineral Trobos

Polda Malut Didesak Pasang Police Line di Area Tambang Ilegal PT Mineral Trobos

Dua Anggota TNI memantau secara langsung aktivitas tambang ilegal PT Mineral Trobos. Keduanya berdiri berdekatan dengan excavator milik perusahaan dan terlihat menghisap rokok.

Praktisi hukum Agus Salim R. Tampilang mendesak Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah segera memasang police line di areal pertambangan ilegal di Dusun Loalo, Desa Tacepi, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah.

Desakan menyusul aktivitas tambang bijih nikel oleh PT Mineral Trobos itu dinilai sebuah kegiatan pertambangan yang ilegal atau illegal mining.





Agus mengemukakan, Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah sudah mestinya ambil tindakan terhadap PT Mineral Trobos. Yang terjadi jusru pihak kepolisian mengawal mobilisasi 44 alat berat milik perusahaan swasta nasional itu.

“Ada apa dengan kepolisian dalam hal ini Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah sehingga sampai saat ini tidak ada tindakan untuk police line,” tanya Agus dalam keterangan tertulis yang diterima brindonews, Minggu sore 9 Juli.

Infografis menyoal tambang ilegal PT Mineral Trobos di Dusun Loalo, Desa Tacepi, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah. Desain: brindonews.

 





Aktivitas tambang di Dusun Loalo bisa ditangni Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah, sekalipun persoalan illegal mining menjadi tugas Mabes Polri. Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah penting bergerak cepat agar publik tidak menaru curiga dan spekulasi miring, terutama soal bekingan.

“Seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Publik bisa saja berspekulasi bahwa penambang ilegal ini bekingannya lebih hebat dari Polda dan Polres Halmahera Tengah karena tidak mampu memasang garis polisi di lokasi yang diduga telah adanya tindak pidana,” sambung Agus.

Mobil Polsek Gebe mengawal mobilisasi alat berat PT. Mineral Trobos.

 





Agus mengatakan, dari informasi yang didengar, ada dugaan Kapolsek Gebe, Iptu Anwar Sobri terlibat dalam urusan pelayanan kepada PT. Mineral Trobos, termasuk mengawal mobilisasi alat berat punya perusahaan. Bahkan, hal tersebut disampaikan Iptu Anwar saat pertemuan dengan warga Gebe.

Sedangkan Danramil Pulau Gebe, Letda Inf. Salim Kapitanhitu kepada sejumlah warga mengakui dirinya memerintahkan lima anggota TNI berseragam lengkap berjaga-jaga di lokasi pertambangan. Alasannya karena pengamanan para penambang ilegal.

“Dari pernyataan Kapolsek dan Danramil Pulau Gebe ini menunjukkan bahwa para penambang ilegal itu memiliki bekingan yang kuat. Berharap penegak hukum kita tidak kalah dengan para penambang ilegal di Pulau Gebe. Kejahatan pertambangan di Pulau Gebe masif dan terstruktur yang melibatkan sejumlah pihak,” katanya. (red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan