Brindonews.com
Beranda Headline Konsumsi Miras Berlebihan, Karyawan Kontraktor Harita Group Tewas di Mes

Konsumsi Miras Berlebihan, Karyawan Kontraktor Harita Group Tewas di Mes

karyawan PT. Harita Grup meninggal dunia setelah mengalami koma akibat overdosis minuman keras (miras)

HALSEL, BRN — Seorang karyawan kontraktor di lingkungan perusahaan Harita Group berinisial HW (26) meninggal dunia setelah diduga mengalami overdosis minuman keras (miras) di area mes karyawan.

Peristiwa itu terjadi di Mes Toba 2, Blok 9, Kamar 05, PT DCM, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 20.10 WIT.

Korban diketahui merupakan penghuni Mes LQ PT HPAL asal Desa Kwamki, Kecamatan Mimika Baru. Sebelum kejadian, HW mendatangi Mes Toba 2 untuk menemui sejumlah rekan sekampungnya.

Di lokasi tersebut, korban bersama tiga rekannya mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan. Diduga akibat tidak mampu menahan kadar alkohol yang dikonsumsi, korban mengalami penurunan kesadaran hingga koma.

Melihat kondisi korban memburuk, rekan-rekannya segera membawa HW ke Klinik Harita untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dan upaya penyelamatan, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

Hasil investigasi awal tim keamanan internal perusahaan menemukan adanya pelanggaran terhadap aturan perusahaan terkait penyelundupan dan konsumsi miras di area mes karyawan.

Selain itu, investigasi juga menyoroti lemahnya pengawasan akses keluar-masuk antar mes dan antarperusahaan, khususnya di lingkungan PT HPAL dan PT DCM.

Menanggapi insiden tersebut, manajemen perusahaan langsung mengambil langkah tegas. Tiga rekan korban yang diduga memfasilitasi aktivitas konsumsi miras terancam sanksi internal serta evaluasi hak tinggal di mes.

Perusahaan juga berencana memperketat pemeriksaan barang bawaan di pintu masuk mes, menerapkan sistem wajib lapor bagi tamu, serta menggelar razia rutin di seluruh area hunian karyawan.

Tak hanya itu, manajemen akan memberlakukan tes alkohol acak (random breathalyzer test) guna mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan