Brindonews.com


Beranda Hukrim Habiskan Ratusan Juta DAK, Jaringan Air Bersih Tidak Berfungsi

Habiskan Ratusan Juta DAK, Jaringan Air Bersih Tidak Berfungsi

Kran air dan pipa yang tidak bisa di pakai

HALSEL, BRN – Jaringan air bersih yang di kerjakan CV
. Majemuk Utama di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera
Selatan (Halsel) kini tidak berfungsi. Pekerjaan yang dikerjakan pada 2017 lalu
itu memakan anggaran Rp 732.800.000.





Selain tak dapat difungsikan, proyek dengan
nomor kontrak 690/38.e/SPP/DPKLH-HS/DAK/2017 jauh dari perawatan. Proyek yang
di ploting dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 tersebut kabarnya sudah cair 100
persen oleh pihak rekanan.

Mufti Madi, Wakil Ketua I Himpunan Pelajar
Mahasiswa Gane Barat Utara (HIPMA-GARUT) menyayangkan hal tersebut. Mufti mengatakan,
pekerjaan di bawa tanggungjawab Dinas Perumahan Pemukiman Lingkungan Hidup dan
Kebersihan (Disperkim-LH) Kabupaten Halsel di nilai gagal.

Pasalnya, total anggaran yang di habiskan untuk
kepentingan masyarakat tidak selaras sebagai penerima manfaat. “ Masyarakat sangat
dirugikan, karna tidak bisa digunakan. Sebagai pengontrol sosial, pihaknya
meminta kepada penegak hukum agar memanggil dinas terkait dan rekanan untuk
bertanggung jawab dan di proses secara hukum,” kata Mufti.





Menurut Mufti,  jaringan air bersih di Desa Samat, seharusnya
sudah dapat di nikmati masyarakat di desa setempat. Mufti menduga ada pembiaran
perawatan dinas terkait sehingga berdampak pada tidak berfungsinya jaringan air
bersih. “ Kurang lebih satu tahun tidak bisa di fungsikan, yang nehnya, pihak rekanan
mencairkan anggaran 100 persen,” ucapnya.  

Pipa aliran air bersih ke rumah warga yang terbelangkalai 

Kepala Desa Samat, Agus Salim Rasid diwawancarai
awak media membenarkan hal tersebut. Agus bilang, bukan hanya tidak bisa di
gunakan, tetapi sebagian pipa induk terbelangkalai di atas tanah.





“ Sambungan pipa serta kran
air tara (tidak) fungsi sama sekali.
Dan Sampe (sampai) sekarang, masyarakat tidak bisa manfaatkan karna
tidak berfungsi,” kata Agus.

Jaringan air bersih Disperkim-LH menurut Agus
ibarat istana raja tak bertuan. Selaku pemerintah desa, kata dia, sangat
menyayangkan masalah tersebut. “ Sangat di sayangkan. Program yang seharusnya
dinikmati masyarakat justru tidak demkian, karna tidak berfungsi,” katanya.

Tidak berfungsinya jaringan air besih di Desa
Samat, Kecamatan Gane Barat diakui Kepala Disperkim-LH Halsel,  Ahmad Hadi. Ahmad yang juga pejabat pembuat
komitmen (PPK) ini bilang, sudah memanggil pihak rekanan melakukan perbaikan,
namun tidak di gubris. “ Mereka (CV Majemuk Utama) sudah di panggil, tidak
panggilan tidak dipenuhi,” katanya.  





Brindonews.com sendiri
berusaha mengonfirmasi pihak rekanan perihal tersebut, namun belum berhasil. Hingga
berita ini di publis perusahaan yang beralamat di Kota Labuha, Kecamatan Bacan,
Kabupaten Halmahera Selatan itu belum memberikan tanggapan. (saf/red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan