Brindonews.com


Beranda Advertorial Ekonomi Maluku Utara 2021 Diperkirakan Tumbuh Diatas 8 Persen

Ekonomi Maluku Utara 2021 Diperkirakan Tumbuh Diatas 8 Persen

Para peserta pertemuan tahunan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai acara. Tampak peserta menerapkan protap kesehatan pencegahan covid-19 dengan memakai masker serta menjaga jarak.





TERNATE, BRN Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara di 2021diperkirakan
tumbuh sebesar 8,5 sampai 8,9 persen. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Maluku Utara, Gatot Miftakhul Manan optimis perekonomian di Maluku Utara akan pulih secara
cepat dengan pertumbuhan lebih tinggi.

Gatot mengemukakan, perkiraan sebesar 8,5 sampai 8,9 persen itu sejalan
dengan prospek ekonomi Indonesia 2021. “Sedangkan Inflasi 2021 tetap terkendali
sesuai sasaran 3 ± 1 persen,” sebut Gatot dalam video conference pertemuan tahunan
Bank Indonesia, Kamis, 3 Desember 2020.

Gatot mengatakan ada lima faktor pendorong mengakselerasi
pertumbuhan ekonomi yang klaim melambat akibat pandemi cavid-19. Pertama
terjadi peningkatan. Kedua, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan
perikanan. Ketiga, masih tingginya rencana investasi baik penanaman modal asing
dan penanaman modal dalam negeri atau PMDN pada industri hilirisasi nikel.
 





Kemudian faktor pendorong keempat, sambung Gatot adalah meningkatnya
kinerja UMKM dan industri kreatif. Sedangkan kelima yaitu meningkatnya
kapasitas produksi hilirisasi nikel, terlebih pada penambahan smelter feronikel
di Kawasan Industri Teluk Weda serta selesainya pembangunan smelter
hidrometalurgi di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

“Ini (lima faktor pendorong) yang akan mendorong nilai ekspor luar
negeri di tahun 2021,” ucapnya.

Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir mengemukakan,
pertemuan tahuan bertajuk “Bersinergi
Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”
 itu salah satunya membahas peran aktif dan
sinergi dalam membangun optimisme pemulihan ekonomi.





 

Dalam membangun optimisme pemulihan ekonomi, salah satunya adalah meningkatkan
peran  dan sinergi antara pemerintah,
bank indonesia, maupun lembaga terkait lainnya
,” ucapnya. 

 





Samsuddin mengatakan
pertumbuhan ekonomi dan keuangan global pertumbuhannya tidak menentu. Kondisi ini
disebabkan oleh pandemi covid-19 yang belum meredah.

 

“Namun
demikian, hanya ada satu kata agar keluar dari zona ini yaitu bersinergi.
Sinergi merupakan kunci bagi kita semua untuk mampu memperkuat ketahanan dalam
menghadapi dampak rambatan global dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi
menuju negara maju yang sejahtera,” ucapnya.





 

Mantan Kepala
Dinas Pariwisata Maluku Utara ini mengemukakan perekonomian di Maluku Utara terealisasi
cukup signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan yang
signifikan itu ditandai dengan melambatnya pertumbuhan
PDRB sebesar 3,06 persen. Jumlah ini menurun dibanding triwulan sebelumnya 5,38
pesren.

 





Perekonomian
Maluku Utara triwulan III tahun 2020 berdasarkan besaran Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10 678,1 miliar, dan
atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 7 095,9 miliar. Ekonomi Maluku Utara
triwulan III-2020 tumbuh sebesar 6,66 persen bila dibandingkan dengan
triwulan III-2019 (y-on-y),” ujarnya.

 

Kenaikan
atau peningkatan juga terjadi di bidang lapangan usaha. Pertumbuhan ini didorong
oleh sebagian besar kategori dengan pertumbuhan industri pengolahan yang tumbuh
sebesar 106,98 persen. Sedangkan sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh komponen ekspor luar negeri sebesar 88,51 persen.





 Butuh Sinergi dan Kolaborasi

Pemulihan ekonomi diklaim efektif kalau pemerintah dan perbankan
sama-sama mewujudkan. Gatot menyatakan,
memulikan pertumbuhan ekonomi butuh sinergi dan kolaborasi dalam mendukung
pemulihan ekonomi di sepanjang 2021.

Bank Indonesia menawarkan beberapa rekomendasi yang boleh djadikan sebagai
kunci meningkatkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Diantaranya memanfaatkan
potensi pertanian dan perikanan untuk meningkatkan pasokan pangan di Maluku
Utara, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan yang menjadi sumber
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.





“Selanjutnya diharapkan dapat menciptakan UMKM dan pariwisata yang
tangguh, berkualitas, dan berdaya saing dalam rangka memperbaiki defisit
transaksi berjalan. Serta memanfaatkan momentum pembangunan wilayah industri
hilirisasi nikel untuk meningkatkan multiplier effect di wilayah lingkar
tambang dan kawasan industri melalui pembangunan infrastruktur dan sumber daya
manusia,” ucap Gatot.

“Sedangkan di bidang sistem pembayaran, bank indonesia terus
mendorong transaksi non tunai dan daring (online) untuk melancarkan dan
memudahkan transaksi masyarakat. Pada kesempatan pelaksanaan PTBI 2020, Bank
Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi penghargaan
tahun 2020 kepada 12 stakeholder antara lain instansi/lembaga daerah, perbankan,
korporasi, dan UMKM. Penghargaan ini diberikan sebagai suatu bentuk apresiasi
atas kinerja terbaik para instansi/lembaga dan pelaku ekonomi dalam mendukung
pelaksanaan tugas Bank Indonesia,” Gatot menambahkan. (han/adv)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan