Bintang Timur Bacan Timur Bidik Trofi Bupati Cup Halsel 2026
HALSEL, BRN — Genderang Open Turnamen Bupati Cup Halmahera Selatan 2026 mulai ditabuh. Dari Bacan Timur, Bintang Timur datang bukan sekadar untuk meramaikan turnamen. Tim ini membawa target besar: merebut trofi dan mengharumkan nama Bacan Timur.
Bintang Timur merupakan kekuatan yang lahir dari kolaborasi 10 desa. Mereka adalah Babang, Wayamiga, Sayoang, Bori, Nyonyifi, Kaireu, Sabatang, Sali, Goro-Goro, dan Timlonga.
Sepuluh desa tersebut melebur dalam satu nama, satu jersey, dan satu ambisi. Mereka bersatu untuk menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai wilayah di Halmahera Selatan.
Presiden Club Jafar Goro-Goro, Manajer Tim Ade Sabatang, dan Sekretaris Tim Samsir Ali memastikan Bintang Timur tidak datang dengan mental penggembira.
Manajemen menyebut persiapan tim telah diarahkan untuk menghadapi persaingan yang diprediksi berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.
“Bupati Cup kali ini akan menjadi pertarungan sengit. Kami siap menghadapi siapa pun. Target kami jelas, bermain maksimal dan membawa pulang trofi,” tegas manajemen Bintang Timur.
Di bawah komando Camat Bacan Timur Niar Barakati, kekuatan dari 10 desa kini dipersatukan dalam satu tim.
Saat memasuki lapangan, tidak ada lagi sekat Babang, Wayamiga, Sayoang maupun desa lainnya. Yang berdiri adalah Bintang Timur. Yang diperjuangkan adalah nama Bacan Timur.
Sekitar 30 kecamatan disebut bakal mengirimkan kekuatan terbaiknya. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju podium juara dipastikan tidak mudah.
Setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi mental, strategi, fisik, dan kekompakan tim. Kesalahan kecil bisa berujung petaka, sementara satu peluang dapat menentukan hasil pertandingan.
Karena itu, Bintang Timur membawa satu pesan ke lapangan: setiap bola harus diperjuangkan, setiap peluang harus dimaksimalkan, dan setiap pertandingan harus dimainkan dengan keberanian.
Target juara tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ambisi tersebut harus dibuktikan melalui permainan, kerjasama tim, dan hasil di setiap pertandingan.
Dari 10 desa menuju satu panggung besar. Dari Bacan Timur menuju perburuan trofi. Bintang Timur siap tampil dengan semangat, kekompakan, dan mental juara hingga peluit panjang berbunyi. (Al/Red)






