Brindonews.com
Beranda Ragam Warga Bukit Durian Sofifi Keluhkan THM, Aktivitas Disebut Berlangsung hingga Subuh

Warga Bukit Durian Sofifi Keluhkan THM, Aktivitas Disebut Berlangsung hingga Subuh

SOFIFI, BRN – Aktivitas sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Desa Bukit Durian, Kota Sofifi, Maluku Utara, menuai keluhan warga. Suara musik dan aktivitas pengunjung disebut kerap mengganggu ketenangan lingkungan, terutama pada malam hingga dini hari.

Warga juga mempertanyakan keberadaan sejumlah THM yang berada di kawasan ibu kota Provinsi Maluku Utara tersebut. Sebagian tempat hiburan disebut baru beroperasi dan diduga belum mengantongi kelengkapan perizinan operasional.

Selain itu, beredar dugaan bahwa salah satu THM tersebut berkaitan dengan seorang anggota kepolisian. Namun, informasi mengenai kepemilikan maupun status perizinannya belum memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.

Keluhan warga disebut telah berlangsung cukup lama. Puncaknya terjadi pada Kamis (17/9/2026) dini hari, ketika aktivitas salah satu THM disebut masih berlangsung hingga sekitar pukul 05.00 WIT.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, sebelumnya pemilik tempat hiburan pernah meminta persetujuan warga sebagai bagian dari persyaratan perizinan operasional. Namun, warga disebut menolak hingga terjadi cekcok dengan pihak pemilik THM yang disebut-sebut merupakan anggota kepolisian.

Menurut warga tersebut, aktivitas karaoke tetap berlangsung hingga menjelang pagi. Suara musik dan aktivitas pengunjung bahkan disebut masih terdengar ketika azan Subuh berkumandang.

“Sudah lama warga di sini resah. Apalagi karaoke masih buka sampai sekitar jam 05.00. Bahkan saat azan Subuh masih tetap jalan, tidak berhenti,” ujarnya.

Warga Soroti Keberadaan LC

Selain persoalan suara musik, warga juga mengeluhkan keberadaan perempuan pemandu karaoke atau Lady Companion (LC) yang disebut kerap berada di sekitar lokasi dengan pakaian yang dinilai tidak sesuai dengan lingkungan permukiman.

Warga tersebut mengaku khawatir kondisi itu berdampak terhadap kenyamanan masyarakat, terutama anak-anak yang tinggal dan bermain di sekitar lokasi THM.

“Anak-anak sering main di pekarangan rumah, dan sering terlihat mereka dengan busana minim. Tentu ini tidak pantas bagi penglihatan anak dan kami merasa risih,” ungkapnya.

Menurut dia, pemerintah dan aparat perlu memperhatikan dampak aktivitas THM terhadap lingkungan sekitar, termasuk ketertiban dan kenyamanan warga.

Warga berharap aparat terkait segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Mereka juga mempertanyakan pengawasan terhadap operasional THM di kawasan Sofifi, termasuk pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang sebelumnya pernah dilakukan aparat.

Operasi Pekat merupakan salah satu kegiatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

Karena itu, warga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap THM yang dinilai masih beroperasi hingga dini hari.

Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap legalitas dan aktivitas THM di kawasan tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan seluruh tempat hiburan memenuhi ketentuan perizinan dan tidak mengganggu ketenteraman masyarakat. (Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan