Koalisi Masyarakat Kepung Kantor CSR PT Harita Group
HALSAL,BRN – Eskalasi konflik agraria di Pulau Obi kembali memanas. Koalisi Peduli Masyarakat Lingkar Tambang bersama warga Desa Soligi dan Desa Kawasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Corporate Social Responsibility (CSR) PT Harita Group, Desa Kawasi, Halmahera Selatan, Kamis (30/4/2026).
Massa menuntut kepastian hukum dan penyelesaian pembayaran lahan milik Alimusu La Damili, petani asal Desa Soligi, yang hingga kini dinilai masih digantung oleh pihak perusahaan.
Koalisi menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk konsistensi perjuangan karena forum hearing dan aksi sebelumnya belum membuahkan hasil nyata. “Ini bukan aksi pertama. Kami akan terus kembali selama belum ada kepastian hukum. Lahan Alimusu harus diselesaikan secara terang dan adil,” tegas salah satu orator.
Dalam catatan koalisi, Manajer Land Acquisition (LA) PT Harita, Nafis Mbata, sebelumnya pernah mengakui bahwa pada pengukuran awal, lahan tersebut memang atas nama Alimusu dan disaksikan langsung oleh pihak keluarga. Namun, proses pembayaran dan pengalihan lahan justru dinilai tidak transparan dan penuh kejanggalan.







