Warga Salero Geger, Pria 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Bawah Rumah Warga
TERNATE,BRN– Warga Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) dini hari.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, personel Polsek Ternate Utara bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ternate turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan.
Korban diketahui bernama Sainuddin Said (54), seorang wiraswasta yang berdomisili di RT 02/RW 03, Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara.
Kapolsek Ternate Utara AKP Rusli Hanafi melalui Kasi Humas Polres Ternate IPDA Sudirjo menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 18.00 WIT bersama seorang rekannya di sekitar Jembatan Batu, Kelurahan Salero.
Sekitar pukul 19.00 WIT, pihak keluarga mulai melakukan pencarian karena korban belum kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga semakin meningkat mengingat korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Pencarian kemudian dilakukan oleh keluarga, saksi, dan warga sekitar di kawasan permukiman pesisir setempat.
Setelah beberapa jam pencarian, sekitar pukul 00.30 WIT, korban ditemukan warga di bawah tiang penyangga salah satu rumah warga dalam keadaan telah meninggal dunia. Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi dipenuhi lumpur.
Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan warga ke rumah duka untuk dilakukan pembersihan sebelum proses selanjutnya.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, personel piket SPKT Polsek Ternate Utara segera mendatangi lokasi guna mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga maupun saksi-saksi.
Selanjutnya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ternate melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian.
IPDA Sudirjo menambahkan, dalam penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian telah membuat laporan kejadian, mengumpulkan bahan keterangan, serta memfasilitasi pembuatan surat pernyataan penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga korban.
“Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan telah bekerja sama dengan kepolisian dalam proses penanganan serta pengumpulan bahan keterangan,” ujar IPDA Sudirjo. (*)







