Brindonews.com
Beranda Hukrim Tunda Eksekusi, Kejari Minta Petunjuk Polres

Tunda Eksekusi, Kejari Minta Petunjuk Polres

Kantor Kejaksaan Negeri (kejari) Halmahera Selatan

LABUHA, BRN –  Setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri (kejari)
Halmahera Selatan mengaku kesulitan mengeksekusi barang bukti miliki eks
terpidana, Hartono The alias TEK karena tidak beritikad baik menunjukan tempat
dimana barang bukti itu disimpan, Kejari Halsel kembali mengungkapkan
kesulitannya.

Kesulitan ini dimana Kejari berasalan pemilik
barang bukti, Hartono The alias TEK tidak berada di tempat atau sementara
berada di luar daerah. Akibatnya, rencana Kejari mengeksekusi/menyita
barang-barang dimana merupakan hasil rampasan negara itu kembali mengalami
kendala (ditunda). Itu artinya, Kejari harus menunggu Hartono The kembali ke
Halmahera Selatan baru bisa dilakukan penyitaan.





“ Rencana kita Jumat 5 Oktober 2018 kemarin, hanya
saja pemilik barang bukti tidak berada ditempat. Kerana itu kita sudah laporkan
ke Polres untuk melakukan penyitaan,” kata Kajari Halsel, Cristian Carel
Ratianik, baru-baru ini.

Sementara itu, Kapolres Halsel melalui Kasat
Reskrim Polres Halsel, AKP. Gede Atmaja dikonfirmasi
 mengaku sudah menerima laporan Kejari
Halsel. Laporan dimana meminta bantuan kepada penyidik untuk menangani kasus
illegal loging pada beberapa tahun lalu ini.

“ Mereka (Kejari) meminta bantuan kepada
penyidik. Saat itu untuk menunjukan barang bukti yang akan disita,” kata Gede.





Kasat Reskrim menjelaskan, jadwal untuk menyita
barang bukti adalah kewenangan Kejari Halsel. Sementara kepolisian (Polres
Halsel) hanya mendampingi. “ Kami tetap siap jika diminta kapan saja,” kata
Kasat.  

Kendati begitu, alasan Kejari menunda menyita
barang bukti karena yang bersangkutan (Hartono The) tidak berada di tempat atau
sementara berada di luar daerah tampaknya sedikit ‘keliru’. Pasalnya, eks
terpidana, Hartono The saat ini diketahui sudah berada Halsel di kediaman pribadinya
di Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan.





Hartono The alias TEK

Keberadaan eks terpinada kasus illegal loging
ini diketahui setelah meyuruh salah satu oknum PNS Halsel berinsial NH memanggil
beberapa oknum wartawan
(tidak termasuk
wartawan Brindonews),
Minggu (7/10). Hanya saja, tujuan NH memanggil sejumlah wartawan itu
tidak dipenuhi para wartawan atas panggilan tersebut karna tidak mengetahui maksud dan tujuan mereka
di panggilan.

“ Kalau terkait pemberitaan kasus penyitaan barang
bukti, harusnya yang bersangkutan menjawab di media yang berupaya mengkonfirmasinya.
Bukan memanggil wartawan yang tidak mengetahui masalah pemberitaan tersebut,” kata
Budin, salah satu wartawan di Halsel. (saf/red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Iklan