Brindonews.com


Beranda Kabar Faifiye Pengecer BBM Bikin Pusing Pemerintah Halmahera Timur

Pengecer BBM Bikin Pusing Pemerintah Halmahera Timur

Rickoh Debeturu.





HALTIM, BRN – Penetapan harga sepihak dan sewenang-wenang oleh pengecer bahan bakar
minyak atau BBM di Halmahera Timur bikin pusing pemerintah setempat. Dinas Perindag,
Koperasi dan UKM Halmahera Timur pun dibuat kerepotan.

Kepala Dinas Perindag, Koperasi dan UKM
Halmahera Timur, Rickoh Debeturu mengaku ia bersama stafnya menghabiskan waktu
dan menguras tenaga hanya gegara mengawasi penjualan BBM jenis pertalite dan
pertamax. Itu dilakukan agar para pengecer atau depot tidak menujal sepihak.

“Kalau ada informasi pengecer jual
sampai di atas Rp16 sampai Rp 17 ribu per liter, langsung lapor, kami akan
ditindak. Ada pengecer yang sengaja bikin-bikin dan tentukan harga sendiri,
akhirnya torang (kami) yang pusing,” kata
Rickoh, disembangi Media Brindo Grup (MBG) di ruang kerjanya, Selasa, 5 April
2022.





Agar harga BBM tetap terkontrol, kata
Rickoh, pihaknya terus memonitoring setiap hari.

“Hampir setiap hari torang turus di lapangan monitoring
penjualan minyak. Ini arahan pak bupati makanya kami selalu laksanakan tugas.
Apalagi ini bulan puasa makanya kami harus turun kontrol,” sebutnya.

Rickoh mengemukakan, distribusi BBM dari
SPBU Buli dan subaim mampu memenuhi kebutuhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443
H nanti. Kepastian ini, lanjut Rickoh, berdasarkan hasil koordinasi bersama
pemilik SPBU.





“Kami sudah koordinasi dengan pihak
SPBU dan mereka mengaku bisa tangani BBM di Halmahera Timur. karena itu, kenaikan
harga BBM mestinya tak memengaruhi ongkos mobil lintas di Halmahera Timur. Yang
naik itu hanya pertamax, sedangkan pertalite tidak,” ujarnya.
 

“Namun soal tarif ini ranahnya dinas perhubungan. Kami
hanya minta pengawasan harus di perketat,” sambung Rickoh. (mal/red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan