Jelang TPT ke-35 di Ternate, PERHAPI Malut Gandeng NHM Perkuat Kompetensi Mahasiswa
TERNATE, BRN – Pengurus Daerah Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Maluku Utara memperkuat sinergi antara industri pertambangan dan dunia pendidikan menjelang pelaksanaan Temu Profesi Tahunan (TPT) ke-35 Perhapi di Kota Ternate.
Kota Ternate ditetapkan sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong inovasi industri pertambangan sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertambangan yang kompeten.
Sekretaris Pengurus Daerah Perhapi Maluku Utara, M Rizal Laha, mengatakan pihaknya siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan TPT ke-35 Perhapi di Kota Ternate.
Menurut Rizal, sinergi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertambangan menjadi modal penting untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Menyongsong dan menyukseskan TPT ke-35 Perhapi di Kota Ternate, Perhapi Maluku Utara siap bergerak, bersinergi, dan berdampak,” ujar Rizal, Rabu (14/10/2026).
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas generasi muda, Perhapi Malut juga memfasilitasi kunjungan lapangan (field trip) mahasiswa ke area tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).
Kegiatan tersebut diikuti 20 mahasiswa yang tergabung dalam Student Chapter, terdiri atas 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dan 10 mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Perhapi Malut menyampaikan apresiasi kepada PT NHM atas sambutan dan fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa selama kunjungan berlangsung.
Rizal menilai kolaborasi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan perusahaan pertambangan merupakan bagian dari upaya mempersiapkan SDM pertambangan lokal yang kompeten dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai aspek teknis operasional pertambangan dari tim ahli PT NHM.
Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perhapi Malut, Randi, menjelaskan bahwa peserta mempelajari empat materi utama, yakni Long Hole Stoping, Dewatering Project, Shaft Project, dan Thermal Work Limit (TWL).
Materi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal penerapan teknis operasional pertambangan sekaligus memperluas wawasan mengenai praktik kerja di industri.
Dukungan terhadap pelaksanaan TPT ke-35 Perhapi di Kota Ternate juga disampaikan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT NHM, Rara Dodo Lawolo. Ia berharap forum nasional tersebut dapat menghasilkan gagasan strategis, terobosan, dan inovasi untuk mendukung kemajuan industri pertambangan Indonesia.
“Semoga agenda TPT ke-35 Perhapi di Ternate ini dapat menghasilkan terobosan dan inovasi bagi kemajuan pertambangan Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global. Jayalah Perhapi, jayalah pertambangan Indonesia,” pungkasnya. (Ham/Red)






