Brindonews.com


Beranda Hukrim Diduga Masuk “Angin”, Kejari Abaikan Perintah MA

Diduga Masuk “Angin”, Kejari Abaikan Perintah MA

Bukti putusan MA

LABUHA, BRNKejaksaan Negeri (Kejari) Labuha, diduga kuat masuk ‘angin’
hingga melakukan pembiaran dan tidak melakukan penyitaan terhadap sejumlah alat
berat dan kayu bulat milik Hartono The alias Tek, dan kawan-kawannya. Pada seruan
menyita alat berta dan kayu bulat milik Tek tertuang dalam perintah Mahkamah
Agung (MA) dengan Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid.
sus/2010/PN.LBH.

Penyitaan
sejumlah alat berat dan kayu bulat atas perintah Mahkamah Agung, terkait dengan
kasus tindak pidana secara bersama-sama membawa atau memasukan alat-alat berat
atau patut diduga digunakan mengnagkut hasil hutan dalam kawasan hutan, tanpa
izin pejabat yang berwewenag. Padahal perintah Mahkamah Agung, selain
menjatuhkan hukuman penjara terhadap para pelaku tindak pidana yakni Hartono
The dan kawan-kawan. Kejaksaan Negeri Labuha, juga diperintahkan untuk menyita
sejumlah alat berat serta kayu bulat milik Hartono The, sebagai barang bukti
tindak pidana.





Jumlah
alat berat yang harus disita oleh Kejaksaan Negeri Labuha, yakni 2 unit Lider
jenis Loder WA. 500 Komatsu Lot. No. 370 dan Loder Komatsu WA. 500 WL 02. satu
unit Grider  GD 510 R Komatsu, satu unit
Mitsubishi L-200 Strada nomor polisi DB 8131 CB,  satu unit loging truk warna kuning merek
Renault tipe CBH. 280 LT,  01 nomor mesin
ST. 5600104876, nomor casis 194240 dan barang bukti lainnya berupa kayu bulat
berjumlha 664 batang dengan kubikasi sebanyak 3.334,47 meter kubik.

Namun,  perintah Mahkamah Agung yang ditindaklanjuti
hanya penahanan terhadap pelaku tindak pidana yakni Hartono The dan kawan-kawan,
sedangkan Kejaksaan Negeri Labuha  tidak
menindaklanjuti terkait dengan penyitaan barang bukti.

Padahal,
penyitaan barang bukti alat berat serta kayu bulat yang berlokasi di Bascamp
samalanga Desa Bori Kecamatan Bacan Timur, yang pernah dilakukan oleh Kejaksaan
Negeri Labuha, dibawa pimpinan Djoko Hadi Soemarsono, pada 2016 lalu,  sebelum dimutasi. Namun setelah Kepala
Kejaksaan Negeri Labuha yang dipimpin oleh Cristian Carel Ratuanik, tidak
pernah terdengar lagi,  dan bahkan diduga
kuat Kejaksaan Negeri Labuha, masuk angin terkait dengan kasus tersebut.





Sementara
Kepala Kejaksaan Negeri Labuha, Cristian Carel Ratianik ketika dikonfirmasi
awak media pada Senin 1 Oktober 2018, melalui via telpon, dengan nomor
+628234561xxxx dan  +62811419xxxx, namun tidak
direspon hingga berita ini dinaikan. (snr/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan