Brindonews.com
Beranda Daerah Karhutla TPA Buku Deru-Deru, Pemkot Ternate Tambah Armada Pemadam

Karhutla TPA Buku Deru-Deru, Pemkot Ternate Tambah Armada Pemadam

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly memimpin rapat tim penanganan Karhutla

TERNATE, BRN – Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 menyusul kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome.

Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Ternate menambah armada pemadam guna membantu petugas di lapangan. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada titik-titik kebakaran di kawasan TPA Buku Deru-Deru dan wilayah Sulamadaha.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, yang juga Ketua Posko Penetapan Status Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate, mengatakan status tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat penanganan kebakaran di sejumlah titik.

“Secara khusus yang ada di lokasi Sulamadaha dan Takome, dan juga ada beberapa titik lain yang kemarin terjadi di daerah Moya dan sekitarnya,” ujar Rizal usai rapat tim penanganan Karhutla, Selasa malam (6/10/2026).

Dalam rapat tersebut, tim penanganan Karhutla menyepakati sejumlah langkah untuk mempercepat pemadaman di TPA Buku Deru-Deru.

Mulai Rabu (7/10/2026), tambahan armada akan dikerahkan. Bantuan tersebut antara lain dua unit mobil water cannon dari Brimob dan Polres serta dua unit mobil tangki dari balai terkait.

Pemkot Ternate juga menyiapkan armada tambahan untuk memperkuat proses pemadaman di lapangan.

“Besok ada tambahan armada mobil water cannon dari teman-teman Brimob dan Polres, sehingga ada dua unit. Kemudian dari Balai ada mobil tangki dua unit,” kata Rizal.

Rizal menjelaskan, kondisi kebakaran di TPA Buku Deru-Deru tidak hanya terjadi di permukaan. Meski api di permukaan sebagian besar sudah tidak terlihat, titik panas masih ditemukan di bawah timbunan sampah.

Kedalaman titik panas tersebut diperkirakan mencapai 5 hingga 10 meter. Kondisi itu menyebabkan asap masih terus muncul dan dirasakan masyarakat di kawasan Takome, Sulamadaha, dan sekitarnya.

Untuk mengatasinya, pemerintah akan menerapkan metode pengurukan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah itu, air akan disuntikkan menggunakan water cannon untuk membantu memadamkan titik panas di bawah permukaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sumber asap sekaligus mempercepat proses pendinginan di dalam timbunan sampah.

Selain pemadaman, Pemkot Ternate juga menyiapkan langkah penanganan dampak asap terhadap masyarakat.

Dinas Kesehatan akan menurunkan petugas Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap warga yang terdampak, terutama kelompok rentan.

“Terutama lansia, ibu hamil atau balita. Besok turun di lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan peninjauan. Kalau ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelas Rizal.

Sementara terkait penyebab kebakaran, termasuk dugaan adanya pembakaran, Rizal menyerahkan proses penelusurannya kepada aparat penegak hukum.

Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan, Pemkot Ternate akan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani Karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. (Ham/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan