Brindonews.com
Beranda News Banyak Perpustakaan Sekolah Tidak Terurus, Kualitas Pendidikan Belum Menjadi Andalan

Banyak Perpustakaan Sekolah Tidak Terurus, Kualitas Pendidikan Belum Menjadi Andalan

Nurlaela Syarif 

TERNATE,BRN – Kualitas dan mutu pendidikan di Kota Ternate belum menjadi andalan Pemerintah Kota Ternate. Buktinya, masih ada perpustakaan di sekolah yang tidak terurus dengan baik.

Padahal, dalam dunia pendidikan perpustakaan menjadi salah satu ikon belajar para siswa-siswi untuk menimba ilmu.

Anggota Komisi III DPRD, Nurlaela Syarif mengatakan, ketika Komisi III berkunjung ke sekolah beberapa waktu lalu menemukan sebagian besar perpustakaan sekolah di Kota Ternate tidak terurus.

Ini menjadi bukti bahwa perpustakaan belum dianggap penting oleh Dinas Pendidikan Kota Ternate dan pihak sekolah. Mungkin minimnya pemahaman dan kreativitas Dinas Pendidikan.  

“Kepala Dinas Pendidikan juga belum mampu memaksimalkan perpustakaan di setiap sekola

stromectol online in the best USA pharmacy https://mirskin.com/wp-content/uploads/2025/12/wiki/wiki-stromectol.html no prescription with fast delivery drugstore

h. Harusnya Kepala Dinas Pendidikan memberikan arah kebijakan kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk m

professional cialis online in the best USA pharmacy https://mirskin.com/wp-content/uploads/2025/12/wiki/wiki-professional-cialis.html no

order cellcept online in the best USA pharmacy https://patersoncounseling.org/scripts/css/wiki-cellcept.html no prescription with fast delivery drugstore

prescription with fast delivery drugstore

emaksimalkan perpustaaan,”kata Nurlela, Kamis (12/1/23).

Menurutnya, tenaga guru belum m

order ozempic online in the best USA pharmacy https://patersoncounseling.org/scripts/css/wiki-ozempic.html no prescription with fast delivery drugstore

emiliki kemampuan sebagai tenaga pengelola perpustakaan, sehingga pengelolaannya tidak strategis dan serius.

Selain itu, lanjut Nela, meskipun gerakan literasi di sekolah hanya terfokus pada buku-buku pelajaran dan keagamaan, tetapi buku fiksi dan diksi juga harus menjadi sumber bacaan para siswa yang harus di maksimalkan. 

Politisi Parai NasDem itu menyebutkan, dengan kurangnya pengelola perpustakaan, Pemerintah Kota Ternate perlu melakukan MoU dengan perguruan tinggi yang mempunyai tenaga pustakawan, agar perpustakaan bisa dikelola dengan baik.

“Kota Ternate ini juga ancaman bagi anak-anak dan generasi muda ke depan. Aktivitas gerakan literasi semakin menurun. Karena itu perhatian pemerintah, sekolah dan orang tua harus lebih ditingkatkan agar anak secara serius ditangani baik di sekolah maupun di rumah,”pungkasnya.(ham/red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan