Oknum Pengurus BPP HIPMI Diduga Penyebab Gagalnya Musda HIPMI Malut
TERNATE,BRN – Jelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) HIPMI Maluku Utara, sejumlah Badan Pengurus Cabang (BPC) kabupaten/kota bersatu mendesak Badan Pengurus Pusat (BPP) untuk menendang keluar tiga mantan pengurus yang dituding sebagai “dalang” di balik kekisruhan organisasi.
Langkah Musdalub ini terpaksa diambil setelah Musda sebelumnya berakhir deadlock. Forum tersebut pecah dan melahirkan dualisme kepemimpinan dengan terpilihnya dua ketua umum sekaligus, yaitu Rio C. Pawane dan Firdaus Amir.
Para pengurus daerah secara terbuka menunjuk hidung tiga tokoh senior yang dianggap bertanggung jawab atas kegagalan forum terdahulu, diantaranya Bahtiar Kadir (Mantan Ketua Umum BPD HIPMI Malut 2019-2022 / Korwil HIPMI Indonesia Timur)Mohdar Bailusy (Mantan Ketua Bidang OKK HIPMI Malut 2022-2025), dan Boy Sangaji (Mantan Ketua OKK BPP HIPMI).
Perwakilan BPC HIPMI kabupaten/kota mencium adanya aroma tidak sedap dalam karut-marut organisasi ini. Ketiga figur tersebut diduga melakukan intervensi kuat yang merusak tatanan demokratis HIPMI Malut.
Setelah konflik dualisme pecah, mereka dituduh lepas tangan dari tanggung jawab. BPC juga blak-blakan menghembuskan isu adanya motif transaksional dan kepentingan materiil pribadi, bukan demi kemajuan organisasi.
BPC mengingatkan BPP HIPMI agar tidak menggunakan pola lama dan orang yang sama dalam Musdalub mendatang. Jika dipaksakan, mereka khawatir ini akan menjadi lingkaran setan yang menghasilkan Musda keempat atau kelima tanpa akhir.
“Kami heran kenapa BPP mempercayakan proses Musda HIPMI Malut kepada mereka bertiga. Kami mendesak BPP untuk tidak melibatkan mereka. Menurut penilaian kami, mereka berada di balik kegagalan Musda sebelumnya,” ujar pengurus BPC HIPMI kabupaten/kota saat memberikan keterangan kepada media.
Bahkan, pengurus BPC mulai mempertanyakan kredibilitas pusat dengan kalimat menohok. “Jika orang-orang yang mengacaukan kepengurusan lalu masih diberi ruang, hasilnya akan sama saja. Kami melihat orientasi mereka bukan lagi untuk kemajuan organisasi, melainkan untuk kepentingan materiil pribadi,” pungkas perwakilan BPC.






