BWS Malut Gerak Cepat Tangani Kekeringan Lahan Pertanian di Haltim
HALTIM, BRN — Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bergerak cepat menangani kekeringan yang melanda lahan pertanian di Daerah Irigasi (DI) Opiyang Kanan, Desa Mekarsari, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (1/10/2026).
Melalui langkah “Cari, Temukan, Eksekusi”, BWS Malut menyalurkan bantuan dua unit mesin pompa air untuk mengalirkan air dari sungai terdekat ke lahan pertanian masyarakat yang terdampak kekeringan.
Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk membantu menyelamatkan sekitar 60 hektare lahan sawah. Luasan tersebut terdiri atas 20 hektare lahan yang telah ditanami dan 40 hektare lahan yang masih dalam proses pengolahan.
Dua mesin pompa berukuran 4 inci disiagakan untuk menambah debit air ke persawahan. Masing-masing pompa memiliki kapasitas penyedotan hingga 1.900 liter per menit.
Air dipompa dari Sungai Meja dan dialirkan melalui pipa sepanjang 30 meter menuju areal persawahan yang membutuhkan pasokan air.
Dalam penanganan tersebut, BWS Malut berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), kelompok tani setempat, serta Petugas Penyuluh Pertanian (PPL).
Sebanyak 53 petani tercatat sebagai penerima manfaat dari pendistribusian air tersebut.
Di lapangan, mesin pompa dilaporkan beroperasi selama kurang lebih tujuh jam dalam kondisi cuaca cerah. Namun, tim menghadapi kendala berupa keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional pompa secara berkelanjutan.
BWS Maluku Utara menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi lahan dan memastikan ketersediaan air bagi petani di Desa Mekarsari tetap terjaga.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan tanaman sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap aktivitas pertanian masyarakat di wilayah tersebut. (Ham/Red)






