DPP IMM: Pengawasan BWS Tak Fokus, Biarkan Sungai Kobe Diubah Demi Korporasi
JAKARTA, BRN – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menegaskan bahwa inti permasalahan perubahan alur Sungai Kobe terletak pada kegagalan total fungsi pengawasan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kelalaian ini membiarkan alur sungai berubah demi kepentingan operasional PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), padahal seharusnya BWS menjadi garda terdepan pelindung sumber daya air.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP IMM, Usman Mansur, menilai BWS Maluku Utara kehilangan fokus pada tugas utamanya: menjaga sungai sebagai aset publik. Lembaga ini justru membiarkan pelanggaran berjalan tanpa pengawasan ketat, tanpa kajian yang memadai, dan tanpa keterbukaan kepada masyarakat.
“Sungai bukan milik korporasi untuk diubah sesuka hati. Tugas utama BWS adalah menjaga ruang hidup rakyat, bukan membiarkan pengawasan melenceng atau bahkan terabaikan demi kepentingan pihak lain. Ini adalah bukti pengawasan yang tidak fokus dan gagal memegang amanat negara,” tegas Usman.
Karena pengawasan yang lemah dan tidak terarah itu, DPP IMM menuntut:
- BWS Maluku Utara menjelaskan secara terbuka mengapa pengawasan terhadap Sungai Kobe tidak berjalan dan terabaikan;
- Seluruh dokumen perizinan, catatan pengawasan, serta kajian teknis yang seharusnya dibuat BWS dipublikasikan sepenuhnya;
- Pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan pelanggaran ini di BWS harus dievaluasi kinerjanya dan diproses sesuai hukum.
DPP IMM juga mendesak Kementerian PUPR segera mengevaluasi kinerja pengawasan BWS Maluku Utara secara menyeluruh, serta membentuk tim investigasi independen untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran serupa.
“Jangan sampai tugas pengawasan BWS tidak jelas arahnya. Kita tidak boleh menunggu bencana menimpa warga baru menyadari bahwa fungsi pengawasan sudah lama tidak berjalan dengan benar,” tambahnya.
DPP IMM akan terus mengawal kasus ini hingga sistem pengawasan BWS diperbaiki, pelanggar dipertanggungjawabkan, dan Sungai Kobe kembali terjaga dengan baik.






