Brindonews.com


Beranda News Visi-Misi Jadi Penentu Terpilihnya Ketua DPC Demokrat di Malut

Visi-Misi Jadi Penentu Terpilihnya Ketua DPC Demokrat di Malut

Suasana Muscab DPC Demokrat Kabupaten Kota se-Maluku Utara.


TERNATE, BRN
– Sepuluh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai
Demokrat Maluku Utara menggelar musyawarah cabang atau muscab. Ajang pemilihan
ketua baru ini dipusatkan di Gamalam Room, Sahid Bela Hotel Ternate.
 





Rahmi Husen
mengharapkan pelaksanaan muscab ini dapat terlaksana dengan demokratis, lancar dan
bermartabat. Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara ini mengatakan, terselenggaranya
musyawarah setelah Tim 5 DPP Demokrat memverifikasi syarat setiap para calon.

“Syaratnya 20 persen
suara dukungan pimpinan anak cabang dari DPC asal. Syarat itu kemudian di
verifikasi panitia untuk mengecek apakah memenuhi atau tidak,” kata M. Rahmi,
usai memberikan arahan dan sambutan dalam pembukaan muscab, Senin pagi, 16 Mei
2022.

Wakil Ketua DPRD
Maluku Utara ini mengatakan, dari calon ketua yang terdaftar, terdapat dua DPC
yang calonnya lebih dari satu, yaitu Ternate dan Kepuluan Sula. Sisanya calon tunggal.





“Siapa yang terpilih
nanti Insyah Allah mereka adalah orang-orang terbaik di masing-masing DPC. Kita
berharap dalam pemilihan struktur kepengurusan (terdiri dari wakil ketua,
sekretaris dan bendahara) mereka betul-betul solid, dan anak-anak mudah yang
penuh semangat, memiliki jiwa kreatif, serta mampu merangkul, terutama kaum
milenial di setiap kabupaten kota lalu kemudian sama-sama berjuang menghadapi
kontestasi Pemilu Serentak 2024 nanti,” ucapnya.

M. Rahmi menyebut,
para kandidat, baik calon tunggal maupun ganda disarankan agar tidak berharap
bakal terpilih. Penentuan calon terpilih diihat dari muatan visi-misi yang
disampaikan dalam fit and properties
pada akhir Mei 2022.

“Tim 5 yang
menentukan. Calon tunggal pun belum terpilih, karena Pak AHY akan menggali betul
sejauh mana muatan visi-mis setiap calon. Kalau mau jadi ketua DPC harus jelas
programnya, apa saja dilakukan nanti. Kalau tidak jelas dan kabur, sudah tentu
diragukan, bisa dibatalkan dan dilakukan musyawarah ulang,” katanya,” katanya. (red)





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan