Brindonews.com


Beranda News Maluku Utara Terancam Putus Kontrak, Begini Penjelasan PPK Proyek Payahe-Dehepodo

Terancam Putus Kontrak, Begini Penjelasan PPK Proyek Payahe-Dehepodo

Komisi III DPRD Maluku Utara saat meninjau progres pekerjaan jalan dan jembatan ruas Payahe-Dehepodo pada 12 Januari 2023 lalu. (dok. vir/konde)

SOFIFI, BRN – Pelaksanaan proyek jalan jembatan ruas Payahe-Dehepodo diprediksi tidak selesai sesuai target. Pekerjaan yang menelan APBD senilai Rp. 17.681.310.802,85 ini bahkan terancam gagal.

Lanjutan proyek peningkatan (hotmix) yang dikerjakan dengan skema multiyears ini progresnya baru sembilan persen, sementara kontrak kerja akan berakhir pada Desember 2023.





Proyek ini sebelumnya dilaporkan 10 persen progres fisik. Itu disampaikan PT. Tugu Utama Sejati dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Maluku Utara, di Hotel GAIA pada 16 Agustus kemarin.

Belakangan diketahui ternyata progresnya hanya 3-4 persen. Itu artinya ada dugaan manipulasi laporan progres karena tidak sesuai kondisi rill di lapangan.

Adapun ruas Payahe-Dehepodo sebelumnya dibiayai melalui dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp. 46.700.000.000. Hingga putus kontrak dengan SMI, progresnya hanya 65 persen.





Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan jembatan ruas Payahe – Dehepodo, M. Rizal menyebutkan, ada peningkatan progres proyek yang dikerjakan PT. Tugu Utama Sejati ini. Itu digenjot setelah rapat dengan komisi III pada Rabu kemarin, 27 September.

“Waktu peninjauan oleh Komisi III DPRD Maluku Utara itu masih dikisaran 3-4 persen. Sekarang sudah ada peningkatan progres, tapi memang sedikit sekali,” begitu kata M. Rizal saat dikonfirmasi, Minggu malam, 1 Oktober.

“Untuk progres yang sekarang saya bolom minta di konsultan, soalnya baru pulang cek ruas Laiwui-Jikotamo-Anggai di Obi. Bolom sempat cek konsultan pe laporan,” lanjutnya.





Menurut pemilik nama sapaan Ongki ini, keterlambatan proyek ini diakibatkan beberapa kendala teknis yang menjadi alasan kontraktor. Salah satunya kuranya peralatan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Pas peralatan so ada di lokasi, tipi tidak bisa kerja karena cuaca (hujan) beberapa minggu kemarin,” sambungnya.

Ia optimis pengerjaan ruas Payahe-Dehepodo tidak meleset dari target. “Kalau dari pihak rekanan kerja sesuai jadwal percepatan yang ada, Insyah Allah pasti bisa selesai,” tandasnya. **





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan