Brindonews.com


Beranda Daerah Halmahera Selatan Seorang Nelayan Asal Halsel Temukan Mutiara Kerang Seberat 7,5 Kg

Seorang Nelayan Asal Halsel Temukan Mutiara Kerang Seberat 7,5 Kg

TERNATE, BRN – Sebuah fosil seberat 7,5 kg yang diduga mengandung mutiara kerang ditemukan seorang nelayan asal Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Fosil ini ditemukan nelayan sekitar dua tahun lalu, tepatnya di pesisir pantai Halmahera Selatan, saat nelayan tersebut memancing ikan di laut.





Fosil yang diduga mengandung mutiara kerang itu terdapat dua serpihan. Satu serpihan seberat 6 kg dan satunya lagi seberat 1 kg.

Saat menemukan, terlihat pantulan cahaya dari mutiara kerang. Bentuknya juga berbeda dengan bebatuan lainnya, membuat nelayan itu tergerak untuk mengambil batu tersebut untuk dibawa ke rumah.

Mutiara Kerang tersebut semula berwarna kehitaman, namun saat disimpan lebih kurang dua tahun warnanya berubah putih, dan saat disenter memancarkan cahaya berwarna kuning. Saat ini Mutiara Kerang tersebut disimpan sang nelayan sebagai temuannya untuk dilakukan uji laboratorium.





Temuan mutiara kerang tersebut, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Khairun Ternate, Asmar Hi Daud menjelaskan, Kerang Mutiara merupakan sesuatu yang sangat langka.

Menurutnya, temuan ini secara fisik murni fosil kerang dari jenis bia atau kima raksasa (tridacna sp) yang terbentuk sejak ribuan, bahkan mungkin jutaan tahun lamanya.

Untuk membuktikan secara ilmiah apakah fosil itu mengandung mutiara atau unsur mineral lain harus dilakukan uji laboratorium. “Kenapa fosil kerang..? ya karena secara fisik tidak seperti cangkang kerang pada umumnya yakni memiliki ketebalan dan struktur cangkang yang tidak biasa kita jumpai, ” ujarnya.





Uniknya lagi cangkang kerang ini bisa tembus cahaya (kristal) ketika diberi cahaya. Tinggal dilakukan uji lab untuk memastikan apakah kerang ini mengandung mutiara atau hanya mengandung calcium karbonat (CaCo3) biasa sebagai material dasar penyusun cangkang kerang pada umumnya.

Asmar menjelaskan kerang ini sudah sangat langka di perairan kita. Kerang ini juga dilindungi oleh UU No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.  Dan PP No 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan dan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Pria yang pernah memenangkan kontes batu mulia selama tiga kali berturut-turut di tingkat nasional ini mengisahkan, mutiara kerang yang ditemukan nelayan asal Hasel ini mirip dengan yang ditemukan nelayan asal Philipina, beberpa waktu lalu.





Asmar juga memastikan mutiara kerang yang ditemukan nelayan Halsel ini bernilai miliaran rupiah. (mbg)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan