Brindonews.com


Beranda Hukrim Santrani Abusama Beri Sinyal Bakal Selesaikan Kasus Dugaan Penipuan Proyek Mami Lapas Ternate

Santrani Abusama Beri Sinyal Bakal Selesaikan Kasus Dugaan Penipuan Proyek Mami Lapas Ternate

Kwitansi pinjaman bermaterai 10000 yang ditandatangani Rasdianah Abusama.

 

TERNATE, BRN – Santrani Abusama menanggapi kasus dugaan
penipuan berkedok tender proyek makan minum (mami) Lapas Ternate yang melilit adiknya Rasdianah Abusama.





Rasdianah
Abusama merupakan terduga pelaku penipuan yang meminjam uang senilai Rp. 127
juta dari Ashar Febrian Sahid dan Satria Gamgulu.

Santrani mengatakan,
perkara ini bakal diselesaikan sesuai perjanjian. Kendati begitu, Ketua Wilayah
Pemuda Pancasila Maluku Utara ini belum memastikan kapan pinjaman dengan modus
mengikuti lelang proyek makan minum Lapas Ternate itu dilunasi.

“Akan diselesaikan,
karena itu masalah adik saya. Nanti diselesaikan di Polres Ternate ya,” kata
Santrani ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu siang, 18 Februari.





Ditanya apakah pola
pembayaran dilakukan setiap per tanggal 30 bulan berjalan atau dilunasi
sekaligus, ia tak berkomentar lebih lanjut.

“Tanya di (orang) yang kasih pernyataan, jangan tanya saya. Merekakan sudah ada
perjanjian. Saya tidak tahu itu,” sebutnya.

Brindonews belum
mendapat penjelasan dari Rasdianah Abusama selaku terduga. Pesan konfirmasi yang
dikirim Tidak dibalas hingga berita ini dipublis. Padahal, sudah centang dua,
tanda kalau pesan sudah dibaca.
 





Kronologi 

Pada Mei 2022, Rasdianah Abusama diketahui meminjam uang Ashar Febrian Sahid senilai Rp. 25
juta. Menurut penuturan Rasdiana, kata Ashar, untuk
menyogok
kelompok kerja supaya menang tender.
 

“Dia pinjam doi
katanya iko tender (proyek) bahan
makan minum di Lapas Ternate. Awalnya minta Rp. 25 juta tamba deng dia punya Rp. 25 juta jadi semua Rp.
50 juta. Katanya kasih pokja supaya dong
kase menang tender,” kata Ashar, Jumat malam, 17 Februari.
 





Kemudian, Rasdianah kembali meminta tambahan sebesar Rp. 60
juta dengan alasan keperluan belanja makan minum.
 

“Katanya modal belanja bahan makan itu. Kalau tamba deng transfer awal Rp. 25 juta, totalnya
Rp. 85 juta. Saya sempat tanya dia cara kerjanya bagimana, dia cuma bilang tiap
bulan ada pencairan. Tapi bulan pertama berjalan so alasan ini itu, di bulan kedua dia so blokir samua,” sebutnya.
 

Merasa kurang yakin, Ashar kemudian mencari tahu kebenaran
proyek makan minum tersebut. Fakta yang didapat, kata Ashar, proyek dimaksud diketahui
tidak benar adanya alias fiktif.





“Tapi di Agustus 2022 dia minta lagi Rp. 25 juta melalui saya
pe istri. Dia alasan modal belanja
dari Rp. 60 juta sebelumnya so abis
karena belum pencairan. Saya pe doi
samua Rp. 110 juta, tambah deng saya pe
sepupu Satria Gamgulu punya Rp. 17 juta jadi semua Rp. 127 juta,” ucapnya. (red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan