Brindonews.com


Beranda News Operator Data Kekerasan Perempuan dan Anak Ikut Bimtek SIMFONI

Operator Data Kekerasan Perempuan dan Anak Ikut Bimtek SIMFONI

Bunda Ifo memaparkan materi bimbingan teknis SIMFONI.


TERNATE, BRN
– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (DPPPA) Provinsi Maluku Utara mengelar bimbingan teknis Sitem Informasi
Online (SIMFONI).





Sekitar 10 operator dari
SIMFONI PPA se-Maluku Utara mengikuti bimbingan teknis yang berlangsung Hotel
Grand Majang Ternate ini.



Kepala Dinas PPPA Maluku
Utara Musyrifah Alhadar menjelaskan, bimbingan teknis SIMFONI guna menyediakan
data dan informasi melalui sistem yang terintegrasi secara regional dengan memanfaatkan
teknologi informasi.





Pemanfaatan teknologi
informasi ini diharapkan dapat memberikan pedoman dan acuan bagi unit pelayanan
terpadu tentang pencatatan dan penginputan data kekerasan perempuan dan anak
melalui aplikasi SIMFONI.

“Bimtek kepada
operator ini tujuannya agar para operatos meng-update sistem pencatatan maupun penginputan data kekerasan
perempuan dan anak yang setiap saat berubah. Update data yang berkala tentu data kekerasan di wilayah Maluku
Utara dapat terkafer secara baik. Kami berharap adanya bimtek ini dapat
memberikan edukasi dan keterampilan penginputan data yang lebih baik lagi,”
kata Bunda Ifo, begitu Musyrifah Alhadar biasa disapa.

Bunda Ifo
menambahkan, bimbingan teknis (bimtek) tersebut untuk meningkatkan sumberdaya
manusia bagi para operator, terutama bagi pengelola data dalam mewujudkan “Satu
Data Kekerasan”.





“Terhitung November
2022 ada 242 kekerasan dan Kota Ternate paling tertinggi. Sepanjang 2019 sampai
2022, beberapa kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi berulang kali dan
menjadi trand issue viral di media
cetak online. Hanya saja  kasus ini tidak
semua tidak tercatat dalam data SIMFONI,” katanya.

Tujuan lainnya yaitu
mewujudkan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengendalian
pembangunan.
 

“Karena itu, kita perlu didukung data yang
kompeten. Karena komitmen Pak Presiden Jokowi begitu kuat akan tata kelola data
semacam ini. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita,” ucapnya. (red)








Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan