Brindonews.com


Beranda Ekopol Ike Masita: “Ketua DPC Saya Iswan Hasyim, Bukan Usman Hamza”

Ike Masita: “Ketua DPC Saya Iswan Hasyim, Bukan Usman Hamza”

Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Ike Masita Tunas


TERNATE,
BRINDOnews.com

– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Ike
Masita Tunas kembali membatah pernyataan yang dilontarkan Sekretaris Dewan
Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Halmahera Selatan, Usman Hamza





Sebelumnya, Usman Hamza menegaskan, kepemimpian Ike
Masita sebagai ketua DPD secara aturan tidak diakui dan tidak dilengkapi surat
Kemenkumham. Artinya, hasil munaslub II yang menetapkan Masrya (Purn)
Daryatmo sebagai ketua umum DPP dan menggantikan Oesman Sapta Odang (OSO)
sesungguhnya tidak berasas pada mekanisme dan anggaran dasar maupun anggaran
rumah tangga (AD/ART) partai.

“Kami tetap patuh pada partai yang diakui
negara yakni Oesman Sapta, dan tetap mendukung paslon Bur- Jadi,” tegas Usman
saat ditemui wartawan di Caffe Marimoi Tomori di Kabupaten Halmahera Selatan
belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Ike Masita
menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi dan sosialisasi surat keputusan (SK)
DPP serta rapat pleno terbatas, salah satunya adalah membahas dan menjaga
stabilitas politik dan marwah partai Hanura Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku
Utara dan melakukan evaluasi terhadap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang dianggap
tidak patuh terhadap hasil Munaslub II yang mana dapat merugikan partai.





Selain melakukan penertiban terhadap DPC,
kata dia, tujuan rapat pleno itu juga salah satunya mengembalikan status DPC
Halsel yang sebelumnya dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Selatan, Iswan
Hasyim. “
Saya
punya DPC itu bukan mereka, ketua DPC saya adalah Pak Iswan Hasyim,” tegas Ike
saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (19/2/2018) malam tadi.

Pemberhentian Iswan
Hasyim dari kepemimpinan cabang tanpa memiliki alasan jelas, sehingga berdampak
pada kisruh yang berkepanjangan di internal partai Hanura. Itu sebabnya,
pihaknya mengambil langkah tegas kepada DPC-DPC
yang berseberangan. “ kalau pun ada pemberhentian yang dilakukan, harus
memiliki alasan yang jelas,” tandasnya.

Menurutnya, apa yang
dilontarkan Usman Hamza tidak berpengaruh pada kepengerusannya dan dukungan
untuk memenangkan pasangan calon KH. Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasin Ali
dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara tahun 2018. “ Tidak
ada pengaruh buat saya. Jika mereka tidak mengakui hasil munaslub II, bagi saya
mereka bukan kader Hanura lagi,” pungkasnya. (emis/red).





Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan