Brindonews.com


Beranda Daerah Halmahera Selatan Halsel Creative Institut Gelar Pelatihan Olahan Turunan Kelapa dan Suguhan Kuliner Lokal

Halsel Creative Institut Gelar Pelatihan Olahan Turunan Kelapa dan Suguhan Kuliner Lokal

HALSEL, BRN – Halsel Creative Institut (HCI) menggelar sosialisasi dan pendampingan suguhan kuliner lokal di Desa Lelei, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, Rabu 23 Agustus. Kegiatan ini lanjutan rangkaian pelatihan olahan minyak kelapa kampung di Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara.

Direktur Eksekutif HCI, Faisal Umar Djafar Kao menjelaskan, khusus acara di Desa Laromabati, lebih diarahkan pada pendampingan olahan minyak kelapa kampung. Kegiatan diikuti tiga desa; Modayama, Laromabati dan Ngokomalako.





“Sedangkan di Desa Lelei diikuti tiga desa juga; Dorolamo, Buli, termasuk Lelei. Kita tidak fokus pada sosialisasi saja, tetapi praktik juga,” kata Failsal.

Pembina Halsel Creative Institut Fadila Mahmud saat menjelaskan ihwal minyak kelapa. Ia bilang, komoditas turunan buah kelapa yang satu ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ini karena selain menjadi kebutuhan dasar sehari-hari, juga salah satu sumber pendapatan menjajikan.

 

Faisal mengatakan, kegiatan yang bertajuk Kolaborasi Membangun Ekonomi Kreatif dari Desa ini dilaksanakan selama empat hari, dimulai 21-24 Agustus 2023. Hadir dua instruktur yaitu, Fistiqlal Fabanyo dari Sabua Kelapa dan Owner Pisang Kripik Lumer; dan Alhassby Marengke.





“Semisalnya di Laromabati. Mama-mama di sana diarahkan dan diajarkan bagaimana cara mengolah kelapa kampung dengan baik. Kemudian diajarkan juga cara kemasan guna menarik daya saing, diajarkan secar komplit,” jelasnya.

Pemanfaatan kelapa tidak sebatas pada kopra saja. Ada produk turunan lainnya berpotensi menjadi komoditas menjanjikan selain minyak goreng kelapa. Olahan yang memiliki nilai ekonomis ini apabila diberi label diyakini mampu bersaing di pasaran.

“Alhamdulillah banyak masyarakat, terutama mama-mama sangat antusias,” sambungnya.





Pembina Halsel Creative Institut Fadila Mahmud mendorong pelatihan dan pendampingan semacam ini terus dilakukan secara kontinu.

Kolaborasi dengan menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten di bidang pemberdayaan diyakini mampu membangun dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus kreatif dan berinovasi.

“Saya selaku pembina, sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas aksi kolaborasi yang di gagas HCI,” katanya.





“Kalau ini terus dilakukan dan dikembangkan, yakin dan percaya setiap desa akan punya produk unggulan masing-masing. Dan kesemuanya akan dapat kita wujudkan kalau pemerintah desa, lembaga terkait (stakeholder) dan masyarakat mampu bekerjasama dan saling mendukung satu sama lain,” tambahnya. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan