Brindonews.com
Beranda Kabar Faifiye Aliansi Peduli Wato-wato Desak Cabut Izin Priven Lestari

Aliansi Peduli Wato-wato Desak Cabut Izin Priven Lestari

Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato, Kecamatan Maba, Halmahera Timur mengelar aksi. Para pendemo membentang spanduk bertulis tolak PT. Priven jangan jual Wato-wato.

HALTIM, BRN – Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato, Kecamatan Maba, Halmahera Timur mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Camat Maba, Rabu, 6 September. Pendemo mendesak PT Priven Lestari segera angkat kaki dari Buli.

Ratusan pengunjuk rasa ini selain menduduki Kantor Camat Maba dan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengusulkan pencabutan izin PT. Priven Lestari, juga meminta pemerintah mengambil sikap tegas dengan menghentikan aktivitas tambang nikel di Gunung Wato-wato.





Kordinator aksi, Ismunandar Marsaoly menyampaikan, kehadiran korporat dengan kepemilikan 99 persen sahan milik PT. Indo Millenium Succes Record itu membahayakan sembilan sungai dan lima  sumber air bersih yang menghidupi  delapan desa sekitar. Desa yang terancam kehilangan air bersih ialah Buli Asal, Wayafli, Buli Karya, Teluk Bull, Sailal, Bull, Geltoli, dan Gamesan.

“Banjir dan meluapnya sungai-sungai adalah ancaman yang pasti terjadi jika PT Priven Lestari bersikeras menambang di balakang Buli. Dengan mengabaikan segala penolakan warga Buli, PT. Priven sejak akhir Mei 2023 membuka jalan tambang menuju kawasan kaki Gunung Wato-wato,” katanya.

Profil PT. Priven Lestari. | Grafis: ecko brekele.

Ismunandar menyatakan, alasan mendapat izin dari Kementerian ESDM, PT. Priven Lestari akan melakukan penambangan nikel di belakang Buli, atau tepatnya di Gunung Wato-wato. Namun selama ini, warga setempat merasa dibohongi dengan doktrin sesat bahwa seolah-olah sudah mendapat izin dan bisa menambang.





“Dokumen persyaratan izin lingkungan yang diajukan PT Priven ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara adalah manipulatif dan tidak berdasarkan kenyataan dan kondisi yang sebenarnya serta mengabaikan keselamatan tempat hidup warga Buli,” terangnya.

Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato, lanjutnya, mendasak Pemerintah dan DPRD Halmahera Timur supaya mengusulkan dan mengawal pencabutan Izin Priven Lestari.





Sisi lain, Pemerintah Daerah dan DPRD segerah menghentikan Aktifitas PT Priven Lestari dan meminta dinas terkait segera menginvestigasi dugaan manipulasi dokumen ANDAL Priven Lestari. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan