Sekprov Maluku Utara Minta Nakes Bersabar

Redaksi author photo

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir.

TERNATE, BRN
- Sekreataris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir merespon datar atas aksi pembayaran TPP tenaga kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. 

Menurutnya, penyampaian aspirasi dibilang wajar sepanjang tidak mengganggu yang menyebabkan terhentinya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Karena IGD fasilitas vital. Di palang atau diboikot secara tidak langsung pelayanan terganggu. Kalau demikian, terus ada orang sakit parah dan butuh pertolongan medis bagimana?. Atau bahkan IGD tutup karena diboikot lalu tiba-tiba orang (pasien) meninggal?. Oleh karena itu, kami berharap, apa yang menjadi tuntutan kami sudah ambil langkah-langkah penyelesaian. Jadi bersabarlah untuk torang selesaikan,” kata Samsuddin, Senin, 9 Januari.

Ia mengatakan, problem TPP RSUD Chasan Boesoirie sesuai mekanisme tidak bisa di take over pemerintah. Sebab statusnya sudah Badan Layanan Umum Daerah.

Karena itu BLUD jadi mereka sendiri yang harus bayarkan. Kemarin kita sudah rapat dan itu memungkinkan dibayar pelan-pelan. Sangat berharap mereka bersabar,” pintanya.

Skema pinjaman ke pihak ketiga bukan perkara mudah, ada mekanisme yang mengatur. TPP tenaga kesehatan maupun dokter tersebut bisa dibayarkan sepanjang tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Tidak gampang. Tidak bisa langsung woe pinjam doi (uang) dulu. Doi dengan jumlah miliaran kalau kita pinjam kan ada mekanismenya. Ini yang sementara dilakukan prosesnya. Bersabar sambil tunggu manajemen perbaiki internal, jangan dulu ganggu direktur biar bisa pikirkan masalah ini,” katanya.

Ditanya apakah ada indikasi korupsi, mantan Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara ini tidak bisa memastikan. 

“Jangan dulu kita katakan sebagai korupsi. Kita lihat dulu apakah ini korupsi atau pendapatan yang tidak efesien. Apakah pendapatan ini dicuri ataukah mencarinya kurang, kita lihat di sana,” ucapnya.(red)

Share:
Komentar

Berita Terkini