Pengurus Sibuahlamo Halmahera Timur Resmi Dilantik

Redaksi author photo

Ketua Umum PB Sibuahlamo Maluku Utara, Saifuddin Djuba saat membacakan surat keputusan pengukuhan pengurus Sibuahlamo Halmahera Timur.

HALTIM, BRN
– Pengurus Badan Pengurus Cabang Sibuahlamo Kabupaten Halmahera Timur periode 2023-2027 resmi dikukuhkan.

Pelantikan dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur, Kota Maba, Selasa siang, 17 Januari 2023. Mereka dilantik oleh Ketua umum PB Sibuahlamo Provinsi Maluku Utara, Saifudin Djuba.

Pelantikan berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar Sibuahlamo Maluku Utara nomor 07/KPTS/STU/01/2023.

“Konsolidasi BPC Sibuahlamo ini sudah tahapan yang ke enam setelah pembentukan BPC Kabupaten Halmahera Barat, Pulau Morotai, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Sula dan Taliabu. Kami akan terus menggerakan konsolidasi dengan menjunjung tinggi adat dan budaya di Maluku Utara,” kata Saifudin Djuba dalam sambutannya.

Kepala Dinas PUPR Maluku Utara ini menjeaskan, Sibuahlamo memiliki makna sebagai rumah bersama. Siapa saja bisa dihimpun dan berhimpun dalam wadah ini tanpa dilihat dari budaya asal.

“Konsolidasi kultural itu dalam rangka untuk bagaimana kami melestarikan adat dan budaya. Itu penting sekali karena akan menjadi perekat persatuan. Karena itu untuk merekatkan kitorang samua maka harus kaitkan dengan adat dan budaya untuk meraih keberagaman, kebersamaan lewat adat dan budaya,” ucapnya.

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub menyambut baik atas pengukuhan BPC Sibuahlamo Halmahera Timur. Ia berharap, Sibuahlamo bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menunjang dan memenuhi pembangunan di Halmahera Timur.

“Banyak yang sudah dilantik tapi itu hanya sebatas serimoni. Maka kipra Sibuahlamo sangat dibutuhkan ke depanya,” ujar Ubaid.

Saran pendapat dan kritikan, lanjut Ubaid, sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pembangunan di Kabupaten Halmahera Timur. Baik itu pembanunan infrastruktur maupun adat dan budaya.

“Apalagi Sibuahlamo ini adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menggerakan mambangun kebudayaan di Maluku Utara. Silahkan, raung sangat terbuka bagi Sibuahlamo, apalagi maskot yang dibangun adalah adat dan budaya. Saya kira kita sepakat, karena adat budaya bagian integral kehidupan kita bersama,” jelasnya. (ma/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini