Istri AHZ Tepis Tuduhan Laporan Selingkuh ke Propam Polda Malut

Redaksi author photo

Ilustrasi membuat laporan di polisi.

TERNATE, BRN
- Eti, istri Aipda AHZ, akhirnya angkat bicara. Ia menepis tuduhan atas laporan perselingkuhan suaminya dengan R ke Bidang Propam Polda Maluku Utara. 

AHZ sebelumnya terlibat dugaan perselingkuhan. Oknum brimob ini dijatuhi ancaman PTDH namun batal karena mangujukan banding dan diterima. Ia hanya mendapat mutasi berupa demosi lima tahun dan ditempatkan di tempat khusus 30 hari.

“Yang lapor itu bukan saya, tapi Briptu M. Mahdi, mantan suami R,” katanya, Jumat kemarin, 13 Januari.

Eti mengatakan, aduan polisi dengan nomor: LP/37/VIII/YANDUAN, tertanggal 4 Agustus 2022 ini diketahui lewat pemberitaan. Ia mengaku kaget setelah mengetahui hal itu.

“Briptu M. Mahdi sendiri yang lapor mengatasnamakan nama saya. Rumah tangga saya sama dan suami baik-baik saja. Saya merasa terzalimi dan sesalkan tindakan ini. Briptu Mahdi pernah bilang ke saya kalau dari awal rumah tangganya dengan R (sekarang mantan istri) sudah tidak harmonis, dan itu sudah lama sejak dorang nikah 2020 kemarin,” sambung Eti mengulangi cerita Briptu Mahdi.

Eti menambahkan, atas permasalahan ini, ia dan suaminya bersama mertua beserta orang tuanya sudah minta maaf ke orang tua maupaun keluarga Briptu Mahdi.

“Kami sudah minta maaf secara langsung dan pihak keluarga Briptu Mahdi dan dorang kase maafkan dunia akhirat. Tapi sebelumnya, saya dan Briptu Mahdi pernah baku dapa, dan saya bilang ngana (kamu) tergur R, sebaliknya, saya juga tegur saya pe laki dan itu sudah selesai. Tapi tiba-tiba ada laporan ke propam dan itu atas nama saya. Yang lapor sapa? bukan saya,” tambahnya.

Fakta sidang, lanjut Eti, keinginan berpisah tersebut terungkap saat Briptu Mahdi dihadirkan dalam persidangan. Ia menyampaikan kalau ingin cerai dengan istrinya.

“Atas masalah ini baru dia punya bukti (perselingkuhan) untuk gugat cerai. Sebelumnya dia bolom ada bukti,” ucapnya.

Secara mental, Eti mengaku tertekan. Keharmonisan rumah tangganya pun goyang, bahkan berimbas pada sanksi sosial kepada anak-anaknya.

“Kalau bicara korban, saya juga korban. Ia berharap kepada Kapolda Maluku Utara agar tidak memberikan sanksi PTDH kepada AHZ, sebab menjadi tulang punggung keluarga. Kepada Bapak Kapolda Malut kiranya adil dalam masalah ini. Suami saya ada keluarga, ada anak, ada orang tua yang mesti dia lihat, jadi saya mohon agar suami saya jangan dipecat,” pungkasnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini