Bahtiar: Kasus Polisi Pukul Polisi Cederai Nama Baik Polri

Redaksi author photo

Ketua YLBH Maluku Utara, Bahtiar Husni.

TERNATE, BRN
- Dugaan penganiayaan polisi senior terhadap Rahmat Gazali, 20 tahun, mendapat sorotan praktisi hukum, Bahtiar Husni. Rahmat sebelmunya dilaporkan dianiaya enam seniornya hingga koma.

Rahmat sempat mengeluarkan busa sebelum dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate sekira pukul 04.00 dinihari. Anak ketiga dari pasangan Yati Idrus dan Yamin Lampa ini merupakan anggota sabhara yang bertugas di Polda Maluku Utara.

Bahtiar Husni, Ketua YLBH Maluku Utara, berpendapat, dugaan penganiayaan polisi senior kepada junior itu mencedrai nama baik kepolisian.

“Sangat disesalkan tindakan oknum polisi yang menyelesaikan masalah dengan juniornya secara kekerasan,” katanya, saat dimintai tanggapan mengenai kasus polisi pukul polisi ini, Sabtu, 14 Januari.

Kasus ini, sebagaimana maksud Pasal 351 dan 170 KUHP, penyelesaian masalah harus diselesaikan secara kelembagaan. Proses penyelesaian selaku aparat kepolisian, bukan menunjukkan sikap tidak taat terhadap prosedur hukum yang ada.

Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, polisi harusnya memberikan contoh yang baik terhadap pola atau cara penyelesaian masalah. Bukan menunjukkan tindakan premanisme dengan bersama-sama melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.

“Apalagi proses penganiayaan dilakukan bersama-sama hingga tak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUD CB. Ini yang kami sesalkan, kalau cara-cara penyelesaian penegak hukum seperti itu, berarti tidak memberikan contoh yang tidak baik. Macam preman di luar sana yang tak paham hukum. Bagaimana nantinya masyarakat menilai itu,” sambung Bahtiar.

Ia berharap dugaan penganiayaan ini jangan didiamkan. Polda Maluku Utara diharapkan secepatnya ambil tindakan tegas dengan menindak oknum anggota polisi senior dimaksud. 

“Karena dinilai sudah mencederai institusi Polri. Harus ada tindakan tegas dari Kapolda Maluku Utara dan pihak Propam sehingga tidak merugikan institusi kepolisian. Apapun itu, setiap peristiwa pidana yang dilakukan tidak bisa disembunyikan. Kalau misalnya ini didiamkan dan tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka ditakutkan korban bisa mengalami hal diluar dugaan. Ini yang kami khawatir,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini