Realisasi RPJMD Ubaid-Anjas Capai 80 Persen

Redaksi author photo

Ubaid Yakub dan Anjas Taher.

HALTIM, BRN
- Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melaporkan capaian program kerja fisik tahun 2022. Menurut data, Realisasi RPJMD Ubaid Yakub dan Anjas Taher sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub mengatakan, progres serapan paket pekerjaan fisik 2022 sampai Desember ini rata-rata sudah tereksekusi di atas 80 persen. Sementara realisasi pembiayaan pada pekerjaan fisik baru terserap 70 persen. 

Ubaid menyatakan, realisasi yang dibilang cukup fantastis pada akhir 2022 ini diperoleh dari laporan masing-masing pimpinan SKPD pengelola dana alokasi khusus dan dana alokasi umum.

“Acuan laporan tiap-tiap pimpinan SKPD pada rapat evaluasi Rabu kemari, 7 Desember maka dipastikan akhir Desember untuk pekerjaan fisik yang dibiayai melalui DAK sudah bisa mencapai di atas 90 persen lebih,” jelasnya.

Kendati begitu, lanjut Ubaid, ada empat pekerjaan jembatan dianggarkan melalui DAK berpotensi terlambat diselesaikan. Ini karena belanja bahan fabrikasi dari luar daerah.

Empat jembatan tersebut yaitu jembatan Mabulan, Gogaili, Kali Buli dan Kali Beb. Keempat item ini nantinya diluncurkan kembali tahun depan.

“Alasan diluncurkan karena bahanya membutuhan besi baja, bahan fabrikasi yang didatangkan dari luar daerah. Pekerjaan akan dilanjutkan dan sudah diaggarkan pada APBD 2023. Untuk program 2023, maka saya tegaskan per Desember 2022 ini soal perencanaan kegiatan harus sudah selesai supaya di Januari atau Februari mendatang begitu persetujuan hasil evaluasi ABPD oleh Gubernur Maluku Utara, maka pekerjaan fisik sudah bisa dijalankan. Memang pkerjaan 2022 sedikit terlambat karena ada perubahan penyesuaian pada kenaikan pajak 11 persen. Kemudian terjadi perubahan sistem. Jadi di 2023 tidak ada alasan lagi keterlambatan, kalaupun terlambat maka itu kelalaian kami,” tuturnya.

Orang nomor satu di kabupaten bermotto limabot faifiye ini meminta kepada tiap-tiap kepala OPD agar bisa bekerjasama dengan baik agar memaksimalkan pekerjaan. Juga fokus menjalankan pekerjaan program kegiatan 2023.

“Itulah mengapa DPRD dan Pemerintah Daerah menyamakan presepsi agar pengesahan APBD 2023 dipercepat. Ini supaya perencanaan kegiatan di 2023 itu harus lebih awal, agar mungkin di Juli atau Agustus progresnya sudah terlihat di 60 sampai 70 persen. Maka saya tegaskan dan ingatkan pimpinan SKPD harus turut perhatian dan lebih memaksimalkan pekerjaan masing-masing,” tegasnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini