Pokja-Pokja di BPBJ Malut Diduga Jadi Agen Proyek Bernilai Miliaran

Redaksi author photo

Kadri Hemat Bicara  |  Yusman: Kami Tidak Tahu

Ilustrasi.

SOFIFI, BRN - Kelompok Kerja (Pokja) 6 BPBJ Provinsi Maluku Utara kembali berulah. Kali ini Pokja yang diketuai Yusman Dumade itu tidak sendiri.

Pokja 5 dan 7 ikut didalamnya. Pokja-pokja ini diduga menjadi agen proyek bagi kelompok pengusaha tertentu untuk perusahaan yang disiapkan sebagai pemenang.

Salah satunya paket jalan jembatan ruas Galela-Kedi. Dari 43 perserta yang mengikuti tender, tujuh diantaranya masuk kualifikasi dengan beragam harga penawaran. PT. Permata Anugerah Yalasamudra paling terkecil, yaitu Rp 20.879.347.315,64 dari pagu proyek Rp 23.522.000.000,00.

Menurut informasi yang himpun, paket jalan dan jembatan ruas Galela-Kedi kini dalam masa sanggah. Empat proyek lainnya juga disanggah. Yaitu jalan dan jembatan ruas Kao-Tolabit senilai Rp 22,8 miliar, jalan dan jembatan ruas Pahaye-Dehepodo senilai Rp 17,8 miliar dan jalan dan jembatan ruas Saketa Dehepodo seniali Rp 44,6 miliar. Kemudia paket jalan dan jembatan ruas Kawalo-Waikoka senilai Rp 38,1 miliar. Paket-paket yang disanggah semuanya kontrak multi years.

“Alasannya macam-macam. Tapi rata-rata diduga ada permainan dalam penetapan hasil pemilihan (pemenang),” kata sumber terpercaya brindonews.com, Minggu malam, 25 Desember.

Ia mencontohkan penetapan pemenang tender paket jalan jembatan ruas Galela-Kedi. Pihak Pokja 6 BPBJ Maluku Utara memenangkan perusahaan yang terkesan memihak.

“Ruas Galela-Kedi dimenangkan PT. Putra Rato Mahkota. Perusahaan ini dari Ambon. Informasi yang saya counter itu ‘Ucu’ yang stel,” ucapnya.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje dikonfirmasi tak banyak berkomentar. Ia mengatakan, paket-paket yang dalam masa sanggah itu masih wewenangnya Yusman Dumade selaku Ketua Pokja 6 dan Arafat, Ketua Pokja 7.

“Paket Kowalo-Waikoka itu Pokja 6, Pak Yusman. Sedangkan paket jalan dan jembatan ruas Galela-Kedi itu di Pokja 7,” kata Kadri.

Ketua Pokja 6 BPBJ Maluku Utara, Yusman Dumade menjelaskan, sanggahan-sanggahan tersebut berkaitan dengan hasil penetapan atas evaluasi kelompok kerja.

“Kadang ada, kadang tidak,” sebutnya.

Ketika disentil mengenai keterlibatan Ucu, Yusman mengaku tidak tahu menahu.

“Itu di luar pengetahuan kami. Lagian pekerjaan itu bukan di pokja,” singkatnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini