PEPET TERUS, Aplikasi Optimalisasi Pengusulan Sarpras Satuan Pendidikan

Redaksi author photo

Hasanudin Ali (kiri) saat memaparkan program PEPET TERUS yang dikembangkan usai mengikuti Pelatihan Kepemimpinan.

TERNATE, BRN
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menggelar sosialisasi dan pembentukan tim internal dan eksternal Pendampingan dan Pengendalian Terintegrasi Urusan Sarana Prasarana. 

Sosialisasi program pelatihan kepemimpinan dari Hasanudin Ali, S.IP., M.Si, yang dinamai aplikasi PEPET TERUS ini dilaksanakan di Kie Raha Ballroom, Muara Hotel Ternate, Kamis, 29 Desember.

Hasanudin Ali adalah reformer dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Provinsi Maluku Utara Tahun 2022.

Hasanudin Ali memaparkan, prioritas pendididikan sekarang ini meliputi pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola dan pencitraan publik.

Karena itu, pemerintah memandang perlu mengoptimalkan program-program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan memanfaatkan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan seoptimal mungkin. Tujuannya yaitu memacu pembangunan pendidikan di daerah demi mempercepat transformasi pendidIkan yang merata dan bermutu.

Foto bersama usai sosialisasi.

Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dengan sistem ketuntasan, lanjut Hasanudin, merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Program ini bertujuan menuntaskan kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium, ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang toilet yang merupakan sarana dan prasarana utama pada satuan pendidikan dalam menunjang pembelajaran.

“Melalui perencanaan yang berkelanjutan dan terintegrasi, diharapkan dapat mempercepat target penuntasan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana, pendidikan, memperkuat pembinaan kelembagaan serta manajemen sarana dan prasarana pada satuan pendidikan,” jelasnya.

Penginputan data melalui aplikasi Dapodik yang merupakan data utama pada satuan pendidikan, belum menggambarkan kondisi sebenarnya (eksisting) sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Akibatnya integrasi data kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan pada aplikasi Krisna sebagai data utama usulan kebutuhan sarana dan prasarana calon penerima Dana Alokasi Khusus tidak menyajikan sesuai kebutuhan yang sebenarnya pada satuan pendidikan.

“Tumpang tindih usulan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) juga menjadi problem yang memperlambat capaian program ketuntasan sarana dan prasarana pada satuan pendidikan,” sambung Hasanudin.

Melalui pendampingan dan pengendalian pengusulan kebutuhan satuan pendidikan yang terintegrasi antara sajian data pada aplikasi Dapodik, Krisna dan usulan langsung satuan pendidikan melalui PEPET TERUS, diharapkan dapat mendampingi satuan pendidikan untuk mengintegrasikan usulan sesuai dengan kebutuhan riil secara digital lewat bantuan pemerintah melalui DAK dan DAU.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Drs. Imam Makhdy Hassan dalam sambutannya mengapresiasi rencana aksi yang digagas Hasanudin Ali selaku reformer. 

Keselarasan data sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan, menurut Imam Makhdy, akan memberikan informasi yang tepat dalam pengambilan keputusan kepada satuan pendidikan penerima bantuan DAK maupun DAU.

“Ini tentu mempercepat penuntasan kebutuhan sarana dan prasarana di satuan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan,” ucapnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini