Pemprov Malut Koordinasi SK Penjabat Bupati Halmahera Tengah

Redaksi author photo

Rahwan K. Suamba.

SOFIFI, BRN
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemrov Malut) belum menerima salinan Surat Keputusan Penjabat Bupati Halmahera Tengah.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku Utara, Rahwan K. Suamba dikonfirmasi mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum mendapat panggilan resmi dari Kementrian Dalam Negeri terkait SK dimaksud.

“Jadi pada prinsipnya Pj Bupati Halteng di SK itu, kita Pemprov belum dipanggil untuk menerima secara resmi salinan yang berseleweran di media,” katanya, Rabu, 14 Desember.

Adapun pemerintah provinsi sedang dalam koordinasi perihal Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 100.2.1.3-6272 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Halmahera Tengah yang kini beredar di publik.

“Semestinya SK yang dikeluarkan harus sesuai dengan masa jabatan. Tapi sekarang dengan adanya surat itu, kita lagi sedang koordinasikan dengan Kemendagri, apakah salinan yang dikeluarkan itu benar Kemdenagri ataukah dari mana. Sesuai ketentuan, kalau diusulkan nanti SK keluar sesuai batas waktu masa jabatan. Cuman kita tidak tahu ketentuan apa yang dipakai. Kalau hari ini SK-nya keluar kemudian orang masih duduk jabatan bagaimana?,” ujarnya.

Kepala Biro Hukum Setda Pemprov Maluku Utara, Darwis Pua menambahkan, koordinasi yang dilakukan itu guna memastikan sumber surat.

“Sampai hari ini torang (Biro Hukum Pemerintah Provinsi Maluku Utara) belum lihat SK resminya. Kalaupun benar pemerintah pusat sudah putuskan, torang tetap terima karena sudah menjadi keputusan,” katanya.

Meski demikian, kata Darwis, meskipun sebelumnya Gubernur telah mengusulkan tiga nama yang dianggap memenuhi syarat, tetapi semua berada pada kewenangan Kemendagri.

“Sebelumnya gubernur mengusulkan tiga nama itu, harusnya Kemendagri kembali tanyakan kepada pak gubernur siapa yang pantas. Tetapi ini langsung diputuskan di sana. Kalau sudah model begini, gubernur mau atau tidak mau harus mengikuti,” terangnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini