Meski Janggal, Pokja dan Perusahaan Pemenang Proyek Ibu-Kedi Ngotot Teken Kontrak

Redaksi author photo

Kepala BPBJ Bantah Terlibat Pertemuan 

Ilustrasi teken kontrak kerja.

SOFIFI, BRN
- Pokja 6 Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara resmi mengumumkan pemenang lelang tender proyek jalan dan jembatan ruas Ibu-Kedi.

Proyek multiyears dengani nilai pagu Rp29,5 miliar ini dimenangkan oleh PT. Hapsari Nusantara Gemilang. Pengumuman pemenang termuat dalam laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

PT. Hapsari Nusantara Gemilang terpilih menjadi pemenang dalam lelang tender tersebut dengan harga penawaran Rp25 miliar lebih. Harga dari perseroan milik M. Gifari Bopeng ini menjadi yang terendah jika dibandingkan dengan tiga perusahaan lain yang mengajukan harga penawaran. PT. Pancona Katara Bumi dengan Rp 29.074.994.881,71, PT. Gunung Baja Permata Rp28.312.550.760,55, PT. Sederhana Jaya Abadi Rp 26.163.463.937,23 dan PT. Surya Mega Jaya Rp27.891.062.154,94. 

Dalam laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Maluku Utara, selain empat perusahaan tersebut, juga diikuti 26 perusahaan lain. Hanya saja ke 26 perusahaan tersebut tidak mencantumkan harga penawarannya dalam laman resmi LPSE.

Namun, pengumuman pemenang tender tersebut belakangan diduga janggal dan beraroma ‘suap’. Gifari Bopeng diduga melakukan komunikasi dibelakang layar demi meloloskan perusahaannya PT. Hapsari Nusantara Gemilang.

Gifari yang juga salah satu bakal calon legislatif pada Pemilu 2024 ini disebut melakukan dua kali pertemuan dengan Kepala BPBJ Maluku Utara dan Pokja 6 di rumahnya di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate Tengah, sebelum pengumuman.

Pertemuan Ketua Garda NasDem Maluku Utara ini terungkap setelah PT. Pancona Katara Bumi melayangkan sanggahan Nomor: 043/S.LELANG/PT.PKB/A /XI/2022 tertanggal 25 November 2022 perihal Sanggahan Lelang Pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Ibu – Kedi.

Penolakan tersebut menyusul adanya dugaan lelang pekerjaan multiyears senilai Rp29,5 miliar itu disinyalir tidak sesuai aturan dan ada dugaan persekongkolan.

Bahkan, menurut informasi, Pokja 6 dan PT. Hapsari Nusantara Gemilang sedang mencari waktu melakukan tanda tangan kontrak.

Infografis kejanggalan pemenang lelang tender proyek jalan dan jembatan ruas Ibu-Kedi.

Kepala BPBJ Maluku Utara, Kadri La Ice dikonfirmasi membantah terlibat pertemuan. Ia mengaku tidak diundang.

“Itu ranah pokja, saya tidak campur. Mereka diberi hak professional dan indpenden dalam kerja. Tapi, setiap pertemuan dengan pokja saya selalu bilang ikuti aturan dan mekanisme berdasar pada aturan PBJ,” kata Kadri, 5 Desember kemarin.

“Konfir sama pokja, saya takut salah,” sambungnya.

Ketua Pokja 6, Yusman Dumade menjelaskan, ihwal sanggahan dimaksud sudah dijawab melalui lama LPSE Maluku Utara.

“Kaitan sanggahan tersebut seperti diberitakan itu sudah kami jawab melalui portal LPSE Malut. Terima kasih,” ucapnya.

Kendati begitu, Yusman tak merespon pertanyaan mengenai pertemuan  sebelum pengumuman lelang. Ia juga tidak menjawab pertanyaan perihal teken kontrak dalam waktu dekat yang terkesan dipaksakan. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini