Lakukan Tambang di Malam Hari, FMI Abaikan Langkah Antisipasi Bupati Ubaid  

Redaksi author photo

Aktivitas penambangan nikel pada malam hari oleh PT. FMI. Terlihat dua exavator tengah mengeruk material.

HALTIM, BRN
– PT Forward Matrix Indonesia (FMI) masih saja tetap membandel. Perseroan dengan luas konsesi 30 hektare ini mengabaikan langkah preventif pemerintah setempat dan kembali beraktivitas pada malam hari.

PT. FMI sebelumnya ditegur Ubaid Yakub, Bupati Halmahera Timur. Dasar peneguran karena FMI tidak memiliki kelengkapan seperti izin lingkungan, AMDAL, UKL-UPL dan RKB.

Aktivitas penambangan nikel ilegal pada malam hari tersebut dibenarkan warga Subaim. Warga setempat mengaku, kegiatan mengeruk nikel masih dijumpai saat malam hari.

“Masih melakukan penambangan. Padahal Pak Bupati Ubaid Yakub so (sudah) turun tinjau dan berhentikan kegiatan tambang mereka,” kata salah satu warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu malam, 14 Desember.

Ia mengemukakan, apa yang dilakukan FMI bertolak belakang dengan ikhtiar Bupati Ubaid sudah selaku kepala daerah.

Perusahaan yang melakukan penambangan diduga secara ilegal tersebut disebutkan juga telah mengangkut ore nikel lebih dari empat tongkang kapal ke PT IWIP di Halmahera Tengah.

“Jadi, waktu pengawasan pak bupati dan timnya turun itu bertepatan dengan pengangkutan ore sekitar 4 tongkang. Informasinya nikel ini diolah di smelter PT IWIP di Halmahera Tengah. Pak Bupati sudah tegur, tapi perusahaan masih beraktivitas dan ore yang sudah disiapkan untuk dimuat sekitar 3 - 4 tongkang lagi,” sebutnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini